Pengelola jalan tol bersama kepolisian sengaja menghadirkan sistem tersebut untuk memantau jumlah kendaraan yang berada di jalan tol dengan tujuan menghindari penumpukan kendaraan di gerbang-gerbang jalur yang sejatinya bebas hambatan tersebut.
RTTS difungsikan pada musim mudik Lebaran tahun ini. Kepala Gerbang Tol Cikarang Utama, Hervian, menjelaskan cara kerja alat ini dapat mendeteksi titik kepadatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hervian melanjutkan pengelola jalan tol dan kepolisian akan melakukan tindak lanjut saat sistem memberi sinyal lalu lintas padat, semisal membuka semua gardu tol yang terdapat di Gerbang Tol Cikarang Utama. Contoh lainnya, jika terjadi kepadatan di ruas tol Cikampek arah timur (Gerbang Tol Pejagan, Brebes Exit), volume kendaraan yang menuju wilayah tersebut dibatasi dengan cara membatasi gardu tol yang beroperasi.
"Sistem ini terkoneksi ke Korlantas Polri dan seluruh pengelola tol yang dilewati pemudik. Jangan sampai di sini kami lepas full (kendaraan), lalu di Brexit tidak tertampung seperti tahun lalu. Kami belajar dari situ. Ini untuk menjamin keberlangsungan kendaraan berjalan," terang Hervian. (rvk/jor)











































