Winarti membayangkan wajah dua anaknya yang memang sudah menantikan uang tersebut cair sejak beberapa pekan lalu. Nantinya uang tersebut akan dibelikan baju sekolah, tas, dan sepatu.
"Insyaallah nanti malam saya mau ajak anak-anak saya belanja kebutuhan sekolah. Dari kemarin sudah nanyain kapan saya punya uang," ungkap ibu tiga anak tersebut saat pencairan PKH yang dihadiri Presiden Joko Widodo di Lapangan Tugu, Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penghasilan suami saya paling Rp 40.000 per hari, itu pun kalau ada yang suruh kerja. Jika tidak, maka tidak ada pula yang bisa digunakan untuk belanja," ujarnya.
Menurut Winarti, meskipun bantuan yang diberikan pemerintah tidak banyak, itu cukup meringankan beban hidup. Terutama untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya.
Dari total nilai bansos yang cair sejumlah Rp 1.000.000, dia hanya mencairkan Rp 500.000. Sisanya untuk ditabung guna persiapan kebutuhan sekolah anaknya saat masuk sekolah setelah liburan ini.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo kembali memastikan betul pencairan seluruh bansos PKH sesuai dengan yang ditargetkan. Penyerahan secara simbolis dilakukan Presiden di hadapan 952 KPM.
Penyerahan PKH non-tunai ini bersamaan dengan penyerahan paket bantuan sosial lainnya, yakni Program Makanan Tambahan (PMT) oleh Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.
Secara keseluruhan, total bantuan sosial yang disalurkan pemerintah melalui Kementerian Sosial untuk Cilacap sebesar Rp 286,4 miliar, yang terdiri dari PKH non-tunai, bantuan pangan non-tunai (BPNT), bansos lanjut usia, bansos disabilitas, bansos UEP KUBE, dan bansos RS RTLH.
"Di sini saya sampaikan kembali, jangan pakai uang bansos ini untuk beli pulsa dan rokok ya. Tapi untuk pendidikan dan kebutuhan sekolah anak. Bisa juga untuk tambahan modal usaha," kata Presiden.
Lebih lanjut, Jokowi juga mengingatkan agar KPM PKH belajar menabung dan tidak serta-merta menghabiskan dana bansos yang diterima. Dia berharap penggunaan dana bantuan tersebut benar-benar untuk kegiatan belajar, seperti membeli buku atau seragam.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menuturkan terkoneksinya masyarakat miskin dengan perbankan membuat mereka dapat memanfaatkan berbagai produk dan jasa keuangan formal, seperti transfer, menabung, dan pinjaman serta asuransi.
Ditambahkan, intervensi pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan pun semakin efektif. Sebab, bantuan sosial dan subsidi diintegrasikan dalam satu kartu, yaitu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), yang memiliki fitur uang elektronik dan tabungan sehingga bisa menampung bansos PKH, pangan, subsidi LPG 3 kg, dan subsidi listrik.
"Penyaluran bantuan non-tunai sangat efektif mengajarkan masyarakat untuk menyimpan uang bantuan dalam tabungan. Jadi tidak serta-merta diambil semua saat bansos ditransfer," ucapnya. (arb/jor)











































