Menanggapi hal tersebut, Anies mengatakan akan menjalankan program-program tersebut ketika sudah resmi menjabat pada Oktober.
"Sekarang kita ucapkan selamat ke Pak Djarot, saya belum bertugas, nanti Oktober baru bertugas. Jadi nanti (baru akan dijalankan)," ujar Anies di Jalan Juanda No. 17, Jakarta Pusat, Kamis (15/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semuanya akan dibahas sama tim sinkronisasi, karena untuk mensinkronkan. Jadi kalau sekarang kita harapkan Pak Djarot menunaikan dulu tugasnya hingga tuntas. Semua PR yang dijanjikan di 2012 supaya selesai sebelum Oktober, dengan begitu satu periode pemerintahan bisa tunai semua janjinya," ujar Anies.
Anies menyebut waktu yang tersisa saat ini adalah kesempatan bagi Djarot untuk mengecek kembali janji kerja gubernur pada 2012. Secara tidak langsung, Djarot mendapat mandat untuk menuntaskan program kerja gubernur periode 2012-2017.
"Dan 6 bulan tersisa ini untuk menunaikan. Meskipun Pak Djarot tidak ikut Pilkada 2012, tapi sekarang beliau mendapat mandat untuk meneruskan dan harapannya program-program yang dijanjikan bisa tuntas bulan-bulan ini," tuturnya.
Sebelumnya Djarot menitipkan beberapa program karena dirancang selesai sampai 2018-2022. Selain program normalisasi sungai, ada program pembangunan jalur light rail transit (LRT) yang direncanakan rampung pada 2018, sebelum pergelaran Asian Games.
Djarot juga mengatakan Pemprov DKI Jakarta harus melanjutkan pembangunan rumah susun. Menurutnya, konsep penataan perumahan di DKI harus vertikal. (nvl/jbr)











































