DetikNews
Kamis 15 Juni 2017, 20:05 WIB

Sehari Dalam Kehangatan Keluarga Muslim Desa Mayakum Kazakhstan

Kiki Larasati - detikNews
Sehari Dalam Kehangatan Keluarga Muslim Desa Mayakum Kazakhstan Foto: Tim Jazirah Islam di Kota Turkistan Kazakhstan (Hilman/TRANS7)
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2017
Turkistan - Kazakhstan, sebuah negeri raksasa di Asia tengah. Negara dengan daratan tertutup terbesar di dunia ini punya wilayah yang membentang luas dari Laut Kaspia hingga Pegunungan Altai. Dan dari Siberia yang dingin ke hamparan padang pasir Asia tengah.

Berbatasan langsung dengan 5 negara, membuat tiap sudut Kazkahstan punya warna yang berbeda. Tak terkecuali di kota yang tim Jazirah Islam jelajahi saat ini, Turkistan .

Berada di sisi selatan Kazakhstan dan berdekatan dengan Afghanistan dan Iran, membuat aura Timur Tengah sangat kental terasa. Sejarah peradaban Islam, juga terukir kuat di kota permata Kazakhstan ini .

Turkistan dikenal sebagai Makkah bagi muslim di Asia tengah. Karena menjadi salah satu tempat penyebaran Islam pada abad ke-7. Turkistan juga menjadi perlintasan jalur sutera sehingga perpaduan budaya barat dan timur kental di sini.

Turkistan dinobatkan sebagai kota warisan budaya oleh Unesco. Menjadi ibukota kesultanan Kazakh Khanate, suku nomaden yang sangat berpengaruh pada abad 16 hingga 19, membuat Turkistan kaya peninggalan bangunan kuno.

Belum lagi, Ahmed Yasawi yang punya pengaruh penting menyebarkan Islam di Asia tengah, juga bersemayam di Turkistan. Membuat kemegahan Islam, bergeming di kota ini. Daya tarik Turkistan tidak hanya ada di daerah kota, tapi juga wilayah pedesaan.

Salah satunya di Desa Mayakum, yang berjarak 150 km dari Kota Turkistan. Tim Jazirah Islam akan menjumpai keluarga Erdaulet, keluarga muslim asli Mayakum.

Tinggal di pedesaan, keluarga ini menambatkan kehidupannya pada hewan ternak, kuda dan juga unta. Ada dua ribu ekor unta yang dimiliki Erdaulet, yang dipelihara di beberapa tempat terpisah.

Sehari Dalam Kehangatan Keluarga Muslim Desa Mayakum KazakhstanFoto: Peternakan unta di Turkistan Kazakhstan (Hilman/TRANS7)


Meski masih dalam satu negara, Turkistan punya iklim yang berbeda dengan ibukota Astana di utara. Musim dingin relatif pendek dengan cuaca kering dan suhu musim panas mencapai 40 derajat celcius, menjadi habitat yang tepat untuk unta.

Sebagai bangsa nomaden di masa lampau, unta punya peran penting bagi orang Turkistan. Unta digunakan sebagai binatang pengangkut, sekaligus dimanfaatkan daging dan susunya. Warisan nenek moyang ini masih dirawat di Desa Mayakum. Unta-unta dipelihara untuk diambil air susunya.

Tiap pagi dan sore, Erdualet dibantu keluarga dan pegawainya, akan memerah air susu unta-unta ini. Selain di Asia tengah, unta-unta jenis Dromedari ini juga tersebar di Afrika dan sudah dipelihara manusia sejak 3000 tahun lalu.

Karena cepat basi, air susu unta ini akan diolah secara fermentasi agar tahan lama dan kaya cita rasa. Menjadi tugas Natasha, ibu dari Erdaulet untuk mengolah air susu ini menjadi shubat, susu unta fermentasi. Air susu yang baru diperah , akan dimasak hingga mendidih. Selanjutnya, biarkan bakteri yang bekerja.

(Ketinggalan Jazirah Islam di TRANS7? Anda bisa tonton videonya di sini)

Shubat memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari warga Turkistan, peninggalan suku nomaden yang jeli memanfaatkan hasil alam untuk bertahan hidup. Shubat sangat bermanfaat untuk melancarkan pencernaan, karena di Turkistan jarang dijumpai sayur mayur. Juga untuk suplai kalsium karena di sini musim dingin panjang, sehingga kurang sinar matahari. Susu unta juga terbukti lebih kaya nutrisi karena mengandung vitamin C tiga kali lebih banyak dan zat besi 10 kali lebih tinggi dibanding susu sapi.

Selesai membuat shubat, saatnya Natasha menyiapkan sarapan. Seperti biasa, roti selalu menjadi pilihan untuk makanan pokok. Iklim Kazakhstan memang lebih sesuai untuk menanam gandum. Kali ini, Natasha akan membuat roti baursak.

Baursak, bukan roti yang dihidangkan sehari-hari. Hanya pada kesempatan istimewa seperti pernikahan atau ketika ada tamu , roti ini akan disajikan. Baursak juga biasa dibuat untuk mengenang kerabat yang sudah meninggal. Orang Kazakhs percaya, aroma baursak yang digoreng akan membumbung ke angkasa sehingga bisa pula dinikmati keluarga yang sudah meninggal.

Sambutan warga Kazakhstan akan kehadiran tamu, memang selalu istimewa. Bukan hanya perlakuan hangat, namun juga bagaimana mereka menjamu tamu, lewat makanan. Untuk menyambut kedatangan tim Jazirah Islam, keluarga Erdaulet sampai menyembelih seekor domba peliharaan mereka.

Sehari Dalam Kehangatan Keluarga Muslim Desa Mayakum KazakhstanFoto: Keluarga muslim di Desa Mayakum Turkistan Kazakhstan (Hilman/TRANS7)


Menjamu tamu juga menjadi tanda keimanan seseorang kepada Allah subhanahu Wa ta' ala. Seperti sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam . "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya memuliakan tamunya" .

Sebagai teman roti, daging juga selalu terhidang di meja orang Kazakhstan. Daging domba yang baru disembelih, akan diolah menjadi beshbarmak. Hidangan istimewa, yang selalu tersaji untuk menyambut kedatangan tamu. Beshparmak, sendiri artinya lima jari. Makan dengan tangan sesuai Sunnah Rasul, karena makan dengan tangan lebih sehat dan nikmat. Satu hari yang berkesan bersama saudara muslim dari Desa Mayakum Kazakhstan .

Saksikan perjalanan tim Jazirah Islam mengecap kehidupan suku muslim di Kazakhstan dalam program "Jazirah Islam" di TRANS 7 pada Jumat 16 Juni 2017 pukul 15.00 WIB.
(nwk/nwk)
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2017
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed