"Ini adalah kunjungan kerja pertama saya setelah tadi pagi dilantik oleh Pak Presiden sebagai gubernur dalam masa jabatan 2012-2018," kata Djarot dalam sambutannya di kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jakarta Timur, Kamis (15/6/2017).
Setelah Djarot mengatakan hal itu, para peserta silaturahmi pun bertepuk tangan. Djarot tersenyum melihat respons tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jakarta Timur itu sentralnya kota perut dan dompet warga Jakarta, semua pasar induk ada di sini. Mau sayuran di Kramat Jati, beras ada di sini, daging ada di sini, sampai pasar akik ada di sini. Alhamdulillah sebetulnya perut dan dompetnya warga Jakarta ditentukan oleh Jakarta Timur," ucap Djarot, berguyon.
"Terminal terbesar se-Asia Tenggara ada di Timur. Industri terbesar di Jakarta Timur, rusun terbanyak di Jakarta Timur, tawuran terbanyak di Timur, lengkap," lanjutnya seraya tertawa.
Seluruh hadirin yang merupakan anggota dewan kota dan ketua RT/RW se-Jakarta Timur pun ikut tertawa mendengar pernyataan Djarot. Namun Djarot berharap Pemkot Jakarta Timur bisa tetap menyelesaikan masalah dengan baik.
"Jakarta Timur, tantangan semakin dinamis membikin kita semakin termotivasi menjawab tantangan itu, menjadikan kita semakin berarti untuk mengabdi kepada sesama. Mari kita hadapi dengan jiwa basar, semangat besar, bahwa Jakarta Timur pasti mampu menyelesaikan masalah," ucapnya.
Djarot pun meminta ketua RT dan RW bersatu padu membangun Jakarta. Meski baru saja diguncang insiden bom Kampung Melayu, Djarot berharap Jakarta Timur lebih maju dan bisa mengantisipasi masalah-masalah 'langganan', seperti tawuran dan geng motor.
"Saya minta tolong kepada RT dan RW, dewan kota, dan tokoh masyarakat untuk bersatu padu membangun Jakarta yang bersatu padu. Saya yakin tidak bisa dikalahkan hal-hal tidak baik. Kita dikejutkan dengan bom, maraknya geng motor, saling tawuran, itu sebagian juga dari Jakarta Timur, kita hadapi," tuturnya.
Selain itu, Djarot mengatakan dana operasional RT-RW akan cair sebelum Lebaran. Dana operasional ini untuk periode April-Mei 2017.
"Dana operasional RT/RW akan cair sebelum Lebaran. SK Gubernur-nya masih diproses, insyaallah minggu depan sampai meja saya langsung selesai," ucap Djarot diiringi sorakan riuh dari hadirin.
Nantinya, dana operasional RT yang semula Rp 975 ribu akan menjadi Rp 1,5 juta dan untuk dana operasional RW dari yang semula Rp 1,25 juta menjadi Rp 2 juta.
"Dana operasional ini mudah-mudahan bisa digunakan untuk menjamin kebersihan, ketertiban, keamanan di lingkungan masing-masing," tuturnya. (nth/rvk)











































