Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa mengatakan jalan tol ini menjadi salah satu upaya untuk mencegah macet parah yang terjadi di Brexit pada musim mudik tahun lalu. Jalur ini dibangun sepanjang 110 kilometer.
Debu bertebaran di ruas tol fungsional Brebes Timur-Gringsing. (Idham Kholid/detikcom) |
"Semua kami dari pemerintahan memang betul-betul serius. Ini solusi kepadatan Brexit tahun lalu. Brexit tahun lalu padet dan ini adalah bocorannya. Dibuat jalan tembus tol fungsional sampai Gringsing, 110 kilometer," kata Royke.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikcom, marka jalan dan lampu masih minim. Sejumlah rumah warga juga tampak berjarak sangat dekat dengan ruas tol.
Begini kondisi ruas tol fungsional Brebes Timur-Gringsing. (Idham Kholid/detikcom) |
Kondisi jalur ini juga bergelombang. Aspal hanya tersedia untuk dua lajur. Fasilitas rest area dan tempat istirahat juga minim.
Beberapa jembatan juga masih dalam pengerjaan. Jembatan itu masih berupa besi dan belum diaspal.
Selain itu, tak jarang debu beterbangan di sejumlah titik yang mengganggu pandangan. Terkait ini, Royke menyampaikan masalah debu tersebut akan disemprot pada saat ruas tol dibuka nanti.
"Tadi penjelasan teman dari Jasa Marga, PUPR, Waskita, yang mengerjakan beberapa proyek tol fungsional ini, itu akan dibersihkan. Pada saat mudik tanggal 19 atau 20 Juni sudah clear. Yang debu nanti akan disemprot. Jadi jalan ini akan bersih," ujarnya.
Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa saat meninjau jalan tol. (Idham Kholid/detikcom) |
Proyek pembangunan jalan ini masih terus dikebut. Royke mengatakan akan ada rest area setiap 10 kilometer.
"Untuk bensin dari Pertamina menyanggupi dan memberikan komitmen setiap rest area menyediakan bensin sementara atau portabel mulai dari 10 liter, 5 liter, hingga 2 liter dalam kemasan atau kalengan. Tapi kalau di jalan Pantura itu banyak," katanya.
Kondisi tol (Idham Kholid/detikcom) |
Royke mengatakan, ada sekitar 26 titik pelintasan jalan warga di sepanjang jalur ini. Karena itu, polisi akan disiagakan di setiap pelintasan selama 24 jam.
"Saya hitung dari Gringsing 26 titik sampai sini. Itu akan dijaga petugas. Polda Jateng sudah siap pagar betis 24 jam, itu akan ditutup. Justru kalau di sini padet akan dikeluarkan ke Pantura," tuturnya.
"(Jalur ini operasi) 24 jam sampai Gringsing. Puncak arus mudik diprediksi tanggal 22 malam, 23, dan 24 itu akan padat," imbuhnya. (idh/dhn)












































Debu bertebaran di ruas tol fungsional Brebes Timur-Gringsing. (Idham Kholid/detikcom)
Begini kondisi ruas tol fungsional Brebes Timur-Gringsing. (Idham Kholid/detikcom)
Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa saat meninjau jalan tol. (Idham Kholid/detikcom)
Kondisi tol (Idham Kholid/detikcom)