Penyerahan sertifikat hak atas tanah tersebut dilakukan di Pendopo Wijayakusuma Cakti, Kabupaten Cilacap, Kamis (15/6/2017).
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil menyatakan baru 49 persen aset lahan di Jawa Tengah yang sudah bersertifikat. Dia berharap target akhir tahun 5 juta sertifikat bisa dicapai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengatakan pihaknya akan segera mensertifikatkan jalan-jalan nasional, tanah nelayan dan pertanian, danau, serta setu untuk dibuatkan sertifikat. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga aset-aset negara untuk kelangsungan masa depan bangsa.
Secara simbolis, 12 perwakilan warga dari 4 kabupaten naik ke panggung untuk menerima sertifikat dari Jokowi. Program tersebut sudah cepat dan harus dipercepat lagi.
"Di Jawa Tengah baru separuh yang pegang sertifikat dari bidang-bidang tanah yang ada. Ini akan terus dikebut, setiap tahun akan dikeluarkan 500 ribu sertifikat. Kalau Indonesia sekitar 5 juta sertifikat dan seterusnya," kata Jokowi, yang datang menggunakan kemeja putih bercelana jins biru tua serta bersepatu sneakers.
Presiden menjelaskan alasan dirinya menginginkan BPN segera menyelesaikan sertifikat tanah masyarakat agar tidak sering terjadi kasus-kasus sengketa lahan karena orang tidak memegang sertifikat. Dengan bukti tersebut, orang tidak bisa sembarangan mengaku memiliki tanah orang lain tanpa bukti yang sah.
"Ini penting sekali, sudah 72 tahun kita merdeka, total 126 juta, tapi yang pegang sertifikat baru 46 juta. Banyak yang harus diselesaikan. Kantor BPN kerja semua menyelesaikan dengan target, karena ini ditunggu rakyat," ucapnya.
Jokowi juga mengingatkan para pemegang sertifikat agar menjaga sertifikat yang sudah didapat, jangan sampai hilang atau rusak. Bahkan jika sertifikat tersebut akan digunakan sebagai agunan di bank, Jokowi mengingatkan agar warga dapat menghitung angsurannya, mampu atau tidak.
"Kalau mau disekolahkan untuk agunan, di bank tolong dihitung betul apakah bisa angsur, bunga ataupun pokoknya. Kalau tidak masuk, jangan paksakan diri untuk ambil dari bank. Jangan sampai sudah dapat sertifikat buat agunan malah hilang disita bank," kata Jokowi.
Dia menjelaskan, jika sertifikat tanah tersebut memang bisa digunakan, disarankan itu untuk modal usaha atau investasi, tidak buat uang pinjaman untuk membeli barang-barang yang tidak produktif.
"Kita kadang semangat dapat Rp 200 juta, tapi yang Rp 100 juta untuk beli mobil, ini mulai masalahnya. Bukan untuk dagang, tapi pribadi yang dipakai beli barang-barang tidak produktif. Dapat gagahnya saja, tapi tidak bisa kembalikan pinjaman," ujarnya.
Kegiatan Jokowi di Jawa Tengah bagian selatan ini akan berlangsung hingga besok. Rencananya, kunjungan Jokowi akan dilanjutkan ke beberapa kegiatan di Kabupaten Cilacap sebelum dilanjutkan menuju Banyumas dan Banjarnegara. (arb/rvk)
