Kaban Tolak Mundur dari Kabinet, Hamdan Tolak Gabung

Kaban Tolak Mundur dari Kabinet, Hamdan Tolak Gabung

- detikNews
Minggu, 01 Mei 2005 13:50 WIB
Surabaya - Muktamar Partai Bulan Bintang (PBB) menjelang usai. Tinggal pemilihan ketua umum. MS Kaban menjadi calon terkuat. Bila jadi ketua umum PBB, Kaban menolak mundur dari kabinet. Sementara kandidat lain Hamdan Zoelva berjanji tidak akan bergabung DPP, bila Kaban merangkap jadi menteri di kabinet SBY-Kalla. Kaban, kini menteri kehutanan, mengklaim mendapat dukungan mayoritas DPC dan DPW PBB. Dua hari terakhir ini, Kaban terus menggalang dukungan dengan cara menggelar pertemuan tertutup dengan perwakilan DPW dan DPC. Meski ada suara-suara yang mengharuskan dirinya mundur dari kabinet, bila jadi ketua umum, namun Kaban tidak mengindahkannya. Dia menolak mundur dari posisi menteri kehutanan kabinet SBY-JK. "Lucu kalau terpilih harus mundur dari menteri. Kan itu diluar logika. Orang ikut partai itu untuk mencari kekuasaan. Kalau kekuasaan sudah di tangan, kenapa harus dilepas," kata politisi bernama lengkap Malem Sambat Kaban di arena muktamar PBB, Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Minggu (1/5/2005).Sedangkan, anggota tim Sukses Kaban, Abdul Qodir menyatakan, lebih dari 25 DPW dan ratusan DPC telah bertemu Kaban. Kata dia, seluruh wilayah di Pulau Sumatera telah bertemu terkecuali Lampung. "Baik Jateng, Jatim, Banten, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta komitmen mendukung Pak Kaban. Khusus untuk Jabar, hanya 18 cabang yang mendukung," ungkapnya.Menanggapi sikap Kaban yang menolak mundur dari kabinet, Hamdan Zoelva menegaskan, dirinya tidak akan bersedia bergabung DPP PBB, bila Kaban menang. Hamdan yang juga turut mencalonkan diri sebagai ketua umum ini akan mempertimbangkan bergabung dengan DPP, bila Kaban mau mundur dari kabinet. "Kalau dia terpilih, seharusnya mundur dari kabinet. Agar bisa kosentrasi penuh untuk partai. Karena pengalaman masa lalu, sudah membuktikan kosentrasi ke partai terpecah jika ketuanya rangkap jabatan," tegas dia. Di arena muktamar, Hamdan juga membagikan selebaran kepada para utusan muktamar. Isinya, Hamdan tidak bersedia menjadi sekjen, apabila Kaban terpilih menjadi ketua umum PBB dan tidak mundur dari kabinet. Menurut Hamdan, PBB masih memerlukan konsentrasi ketua umum dalam mengelolanya. "MS Kaban bukanlah seorang superman yang bisa mengurus segala persoalan dalam waktu bersamaan," tulis Hamdan dalam selebaran yang dia tanda tangani itu. (asy/)


Berita Terkait