"Tahun ini relatif sepi dari isu tentang kebocoran dan kecurangan pelaksanaan UN. Sebagaimana yang terjadi pada jenjang SMA/MA/SMK, migrasi yang besar dari UNKP ke UNBK meningkatkan integritas. Sehingga rerata UN turun menjadi 4,36 poin," ujar Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud Nizam di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (15/6/2017).
Nilai rata-rata mata pelajaran yang menurun di antaranya bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Ini terjadi karena ada perubahan soal yang signifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita membuat soal itu untuk ke pemahaman mendalamnya sesuai dengan kurikulum. Tetapi sepertinya sekolah masih berpaku dengan kisi-kisi soal dari tahun sebelumnya, sehingga target pembelajaran di kurikulum tidak tuntas," sambung dia.
Kendati demikian, ada peningkatan jumlah peserta UNBK pada jenjang SMP dari tahun 2016. Peningkatan itu sampai 860 persen dari 156.320 menjadi 1.349.744 siswa pada 2017. Ia berharap ini akan terus menjadi tren yang baik ke depannya.
"Kita berharap UNBK ini bisa menjadi tren ke depannya. Targetnya bisa 70 persen siswa di Indonesia memakai sistem UNBK ini. Karena ini bisa mengurangi tingkat kecurangan, kan soalnya berbeda," imbuhnya.
Kemendikbud juga merencanakan peningkatan kemampuan guru berdasarkan hasil UN maupun ujian lainnya. Tujuannya agar tercipta peningkatan mutu secara berkelanjutan.
"Peningkatan kemampuan guru ini agar dapat terciptanya peningkatan mutu secara berkelanjutan," tutupnya. (lkw/rvk)











































