DetikNews
Kamis 15 Juni 2017, 13:49 WIB

Seskab: Presiden Minta Mendikbud Kaji Kebijakan Sekolah 8 Jam

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Seskab: Presiden Minta Mendikbud Kaji Kebijakan Sekolah 8 Jam Ilustrasi anak sekolah/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kebijakan masuk sekolah 8 jam yang akan diberlakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menuai pro dan kontra. Presiden Jokowi akhirnya meminta Mendikbud Muhadjir Effendy mengkaji kembali program tersebut.

"Kemarin kita sudah diskusi dengan Mendikbud, Mensesneg, karena diminta oleh Presiden untuk mengkaji hal tersebut. Tapi untuk lebih detailnya tanya ke Mendikbud deh," kata Seskab Pramono Anung di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (15/6/2017).



Mendikbud sebelumnya juga sudah beberapa kali menjelaskan mengenai program tersebut. Dia juga meminta kepada pihak yang mengkritik untuk membaca Permendikbud yang mengatur soal kebijakan ini.

"Memang tentunya pemerintah juga menangkap apa yang menjadi keresahan yang terjadi. Tapi lebih baik semuanya mempelajari, membaca sebelum memberikan komentar," imbuh Seskab.

Pramono menekankan pada sikap pemerintah yang menangkap keresahan publik. Sehingga belum tentu ada rapat khusus yang membahas soal ini di Istana.



Sementara itu, Mendikbud membahasakan kebijakan ini sebagai Program Penguatan Karakter (PPK). Meski waktunya 8 jam, namun tak melulu bersifat klasikal saja. Kegiatan positif siswa di sekolah masuk dalam jam tersebut dengan guru sebagai pengawasnya.

Dari sisi tenaga pengajar, hal ini juga memenuhi standar waktu kerja Aparatur Sipil Negara sebanyak 40 jam per minggu. Berdasar pada kebijakan ini maka kegiatan sekolah bisa libur pada hari Sabtu dan Minggu.



(bpn/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed