"Tenda sebelumnya sudah berusia 100 tahun. Kalau kena angin kencang, rusak. Nah yang baru ini lebih kuat dan tahan api serta tidak panas di dalamnya," jelas Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag, Sri Ilham Lubis, dalam Pembekalan Petugas Haji Arab Saudi 2017 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (15/6/2017).
Foto: Repro Dok Kemenag |
Sri menunjukkan foto tenda lama dan baru. Memang terlihat jelas bedanya. Tenda lama mirip stan yang sambung-menyambung, sedangkan tenda baru seperti rumah: berdiri terpisah dan lebih kokoh.
"Tenda baru itu buatan perusahaan Uni Emirat. Penyangganya dari baja," jelas Sri.
Fasilitas di dalam tenda sangat memadai. Ada AC, kipas angin, alas karpet, lampu LED. "Jadi kalau (haji) sebelumnya gelap-gelapan, tahun ini tidak lagi. Jemaah bisa ibadah, baca doa atau Alquran di Arafah," tambah Sri.
Foto: Repro Dok Kemenag |
Bagaimana dengan listrik? Sri menyebut hal itu sudah diantisipasi. Jika daya listrik tidak kuat karena banyaknya perangkat, maka ada genset di tenda. Jemaah tidak perlu khawatir, diminta fokus ibadah.
Penggantian tenda sebetulnya sudah lama diusulkan pemerintah Indonesia. Namun karena persoalan anggaran, pemerintah Arab Saudi baru bisa mewujudkannya tahun ini. Sri bersyukur, jemaah haji tahun ini mendapat fasilitas tersebut.
Sri menyebut dari tahun ke tahun, saat ini, persiapan di Arab Saudi sudah hampir 100 persen. Kemenag akan mengecek ulang sebelum Lebaran dan menjelang keberangkatan jemaah pada akhir Juli 2017 mendatang. Harapannya semua berjalan lancar. (try/dhn)












































Foto: Repro Dok Kemenag
Foto: Repro Dok Kemenag