Pengurus PAN: Dari Wartawan, Muhammadiyah Sampai Jenderal
Minggu, 01 Mei 2005 12:54 WIB
Jakarta - Kabinet Ketua Umum DPP PAN (Partai Amanat Nasional) Soetrisno Bachir telah diumumkan. Pengurusnya beragam. Ada yang dari wartawan, kader Muhammadiyah, sampai purnawirawan mayor jenderal TNI. Sebagian pengurus PAN juga pengurus DPP PAN periode 2000-2005. Banyak juga muka baru, yang sebagian belum aktif di partai politik berlambang Matahari terbit itu. Total ada 45 personel dalam jajaran DPP PAN periode 2005-2010. Soetrisno Bachir telah melantik komposisi DPP PAN yang baru ini pada Minggu (20/4/2005) kemarin di Hotel Gran Melia. Hadir dalam pelantikan itu, mantan Ketua Umum DPP PAN yang kini didaulat menjadi Ketua MPP (Majelis Pertimbangan Partai) Amien Rais. Hadir juga Ketua PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif dan sejumlah politisi dari parpol lain.Dilihat sekilas, pengurus DPP PAN ini dipenuhi oleh orang-orang yang masih bisa disebut muda. Para politisi muda PAN yang sebelumnya juga telah berkecimpung di DPP PAN pada periode sebelumnya juga dijadikan pengurus harian. Antara lain, Didik J Racbini (ketua), Hakam Naja (ketua), Abdul Hadi Jamal (ketua), Patrialis Akbar (ketua), Alimin Abdullah (ketua), Muhammad Najib (ketua), Sayuti Asyatri (ketua), Nurdiati Akma (ketua), Zulkifli Halim (wasekjen), dan Tjatur Sapto Edi (bendahara). Para kader PAN yang sebelumnya dikenal sebagai anggota DPR juga masuk jajaran DPP PAN. Antara lain, Ahmad Farhan Hamid (ketua), Deddy Djamaluddin Malik (ketua), Dede Yusuf (wasekjen), dan Djoko Edi Abdurrahman (wasekjen). Selain nama-nama itu, juga muncul nama-nama baru, yang selama ini dikenal berkecimpung di luar PAN. Dari jajaran ketua, yang paling menarik tentu munculnya nama Slamet Kirbiantoro. Slamet dipercaya sebagai ketua bidang politik, pertahanan, dan keamanan. Sebelumnya, Slamet lebih dikenal di dunia TNI. Slamet dikenal sebagai mantan Pangdam Jaya. Jabatan terakhir di TNI adalah Wakil Irjen Mabes TNI dengan pangkat Mayjen. Bila dirunut, nama Slamet Kirbiantoro memang sudah pernah pernah berhubungan dengan PAN. Yaitu pada saat pemilihan gubernur Jawa Tengah akhir 2003 lalu. Dalam perebutan gubernur Jawa Tengah itu, Slamet berpasangan dengan Hisyam Ali. Pasangan ini diajukan oleh PPP. Nah, saat itu DPP PAN lebih mendukung pasangan Slamet-Hisyam. Padahal, PAN Jateng mengusung pasangan Hadi Pranoto-Djoko Wahyudi. PAN peceh. Alhasil, pasangan Hadi-Djoko hanya mendapat 1 suara, sedangkan Slamet-Hisyam nyaris menang, karena mempeoleh 22 suara. Kalah suara dari pasangan Mardiyanto-Ali Mufiz yang dicalonkan PDIP dan PKB. Selain nama Slamet, di DPP PAN, juga ada Abdul Rohim Gozali. Pria lulusan IAIN Syarif Hidayatullah ini dikenal sebagai kader muda Muhammadiyah. Mantan sekjen DPP IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) ini saat ini masih menjadi salah seorang ketua PP Pemuda Muhammadiyah). Rohim juga menjabat direktur eksekutfi Ma'arif Institute. Masuknya Rohim sebagai wasekjen DPP PAN agak mengejutkan. Karena Rohim merupakan salah satu deklarator PAM (Perhimpunan Amanat Muhammadiyah), organisasi yang diharapkan menjadi partai politik bagi warga Muhammadiyah. Rohim membelot dari PAM? Salah seorang deklarator PAM lainnya, Ahmad Rofiq, mengaku, pihaknya sempat membahas masuknya Rohim ke struktur DPP PAN. "Tapi, kesimpulannya, hal itu dikembalikan ke pribadi Rohim. Kalau Rohim memilih DPP PAN, ya tidak tertutup kemungkinan, kita akan evaluasi," jelas Rofiq saat dihubungi detikcom, Minggu (1/5/2005). Di jajaran Wasekjen DPP PAN, ada nama Itju Zulkafril. Itju bisa disebut orang baru di PAN. Namun, nama Itju sudah dikenal warga PAN saat pemilihan presiden 2004 lalu. Dia dikenal sebagai orang dekat Siswono Yudo Husodo. Dia adalah wakil direktur kampanye pasangan Amien Rais-Siswono. Nama Teguh Juwarno juga masuk di jajaran Wasekjen DPP PAN. Dia dikenal sebagai mantan wartawan RCTI. Jabatan terakhir di RCTI sebagai kepala humas. Teguh beberapa waktu lalu juga menjadi tim sukses Amien-Siswono. Yang agak mengejutkan adalah tidak munculnya nama Alvin Lie dalam kepengurusan baru itu. Dalam periode 2000-2005, Alvin menjabat sebagai wasekjen. Namun, entah mengapa Alvin tidak dipilih dan dimasukkan dalam kepengurusan baru ini? Padahal, nama politisi ini cukup masyhur: Koboi Senayan.
(asy/)











































