DetikNews
Kamis 15 Juni 2017, 10:27 WIB

Terjaring Sidak Penyamaran Artidjo dkk, PN Jaksel Berbenah

Yulida Medistiara - detikNews
Terjaring Sidak Penyamaran Artidjo dkk, PN Jaksel Berbenah Artidjo dkk menyamar dalam sidak ke pengadilan (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Penyamaran Artidjo Alkostar dan pimpinan Mahkamah Agung menemukan bahwa makelar kasus alias markus masih subur di lembaganya. Salah satunya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan hasil satu pegawai dipecat.

Untuk meminimalkan tumbuhnya markus, pimpinan PN Jaksel terus berbenah dan selalu mengingatkan bawahannya untuk menjaga integritas dan martabat pengadilan.

"Pimpinan dalam setiap rapat rutin itu memang selalu mengingatkan kami jangan sampai mencari keuntungan kepada orang pencari keadilan di sini," kata pejabat humas PN Jaksel Made Sutrisna saat berbincang dengan detikcom di kantornya, Jalan Ampera Raya, Jaksel, Kamis (15/6/2017).
Terjaring Sidak Penyamaran Artidjo dkk, PN Jaksel Berbenah

"Arahkan kalau ada orang, perlu apa di pengadilan. Diarahkan sesuai dengan bidangnya. Kalau memang tilang, gimana untuk diarahkan ke pidana. Kalau ada yang mengajukan permohonan, ya ajukan saja ke bagian informasi. Nanti dari bagian informasi yang akan sampaikan arahan ke bagian perdata. Misalnya permohonan ganti nama," sambung Made.

Dalam sidak pimpinan MA itu, US terbukti mengaku-ngaku sebagai pengacara dan bisa mengurus kasus. Sedangkan H menjanjikan bisa memproses lebih cepat perkara di pengadilan, seperti permohonan ganti nama. US akhirnya dipecat, sedangkan H dijatuhi sanksi 1 tahun tidak naik pangkat. Padahal H baru saja diangkat dari status honorer menjadi PNS.

"Untuk mencegahnya, pimpinan wanti-wanti terus jangan melakukan seperti itu, jangan melakukan hal-hal yang di luar tugas dan kewenangan," ujar Made.

Sebelum ada razia MA, Made mengaku di kalangan internal pernah memberikan sanksi ringan berupa teguran terhadap pegawai yang tidak profesional.

"Apakah ada hakim yang kena sanksi?" tanya detikcom.

"Nggak ada. Hakim kan cuma duduk di ruangan masing-masing. Hakim kan asyik dengan pekerjaannya atau ke ruang sidang. Kalau yang berpeluang untuk kena adalah orang-orang yang suka keluyuran meninggalkan mejanya," jawab Made.
(asp/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed