DetikNews
Kamis 15 Juni 2017, 09:16 WIB

Pengakuan Asworo soal Cara dan Motif Bunuh Chatarina

Arief Ikhsanudin - detikNews
Pengakuan Asworo soal Cara dan Motif Bunuh Chatarina Asworo dan barang bukti (Raja/detikcom)
Jakarta - Martinus Asworo (32), tersangka pembunuhan pacarnya, Chatarina Wiedjawati, menjelang foto prewedding, dibekuk di Bandar Lampung. Tim Rimau dari Polda Sumatera Selatan menangkapnya setelah satu bulan menjadi buron.

Asworo tega membunuh Chatarina sebelum keduanya berangkat ke Yogyakarta. Mayat Chatarina ditemukan di Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, pada Kamis (11/5/2017), dengan penuh luka.

Asworo kalap membunuh karena dituntut kesiapan biaya pernikahan. Cekcok pun terjadi hingga diakhiri pukulan mematikan dengan kunci setir.
Pengakuan Asworo Soal Cara dan Motif Bunuh ChatarinaAsworo dan Chatarina (Foto: dok. keluarga)

"Rencananya mau beli tiket di bandara pas mau berangkat (7/5). Pas di jalan menuju bandara itulah Chatarina nanya persiapan saya gimana karena waktunya sudah dekat, apakah sudah ada uangnya. Saya jawab 'belum ada' dan akhirnya cekcok dalam mobil sampai akhirnya saya khilaf, terus saya pukul pakai tangan, terus saya pukul lagi pakai kunci itu," kata Asworo saat gelar perkara di Mapolda Sumsel, Rabu (14/6/2017).

Asworo yang panik langsung membawa jenazah Chatarina ke semak belukar. Dia pun menemukan tempat yang dianggap tepat di Sukarami, Palembang. Setelah membuang jasad Chatarina, Asworo berusaha menghilangkan jejak dengan cara mencuci mobil dan pakaian. Setelah itu, Asworo bergegas ke mes untuk mengambil pakaian dan BPKB motor, lalu mengembalikan mobil yang disewa.

"Saya bawa ke tempat sepi, terus saya angkat dan buang ke semak-semak di daerah Sukarami. Terus saya pergi ke dekat kampus IBA Palembang yang ada kolam retensinya (berjarak sekitar 200 meter dari mes Asworo). Di situ saya cuci mobil dan pakaian saya. Baru pergi ke mes untuk ambil pakaian, BPKB motor, dan langsung kembalikan mobil yang saya sewa," tutur Asworo.

Karena ketakutan, Asworo berangkat ke Indralaya menggunakan motor dan menginap di salah satu hotel.

"Besoknya (8/5) saya jual motor saya seharga Rp 6,5 juta di sana. Malamnya saya tunggu bus, tapi karena nggak ada, saya dapatnya travel dan naik travel itulah pergi ke Lampung," tutur Asworo.
Pengakuan Asworo Soal Cara dan Motif Bunuh ChatarinaFoto: Raja Adil Siregar/detikcom

Setelah itu, dia mulai melewati hari-hari sebagai pelarian sampai ditangkap polisi pada Senin (12/6/2017). Di Lampung, Asworo berpindah-pindah hotel. Dari menginap di Guest House Palapa hingga ke Hotel Citihub.

"Karena uang sudah semakin menipis, tanggal 12 Mei itu saya check-out dan tanya bapak tukang ojek di sana dan cari kos-kosan," ujar Asworo.

Karena uang menipis, Asworo menjual kamera dan telepon selulernya. Setiap kali bepergian, Asworo mengenakan masker.

"Karena takut ada yang kenal masyarakat," ujarnya.

Dalam pelarian, Asworo mengikuti perkembangan berita tentang dirinya. Dia pun membuat akun Facebook dengan nama 'Indra Setiawan'. Akun ini digunakan untuk memantau media sosial dan membaca berita tentang dirinya.

"Ya, akun itu baru dibuat untuk pantau medsos, jadi saya tahu apa saja perkembangan yang diberitakan dan dibahas di sana. Saya juga baca semua berita tentang saya, karena mudah dicari. Cukup ketik nama langsung muncul semua berita di internet," sambungnya.
(aik/rna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed