Perjalanan Djarot: dari Wali Kota Blitar hingga Gubernur DKI

Niken Purnamasari - detikNews
Kamis, 15 Jun 2017 07:11 WIB
Djarot Saiful Hidayat (Foto: Nathania Riris Michicco/detikcom)
Jakarta - Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat akan segera dilantik menjadi gubernur definitif pada 15 Juni. Dia akan menggantikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang saat ini ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Perjalanan Djarot menduduki kursi DKI 1 hingga Oktober 2017 dipenuhi drama dan lika-liku. Salah satunya saat majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutuskan Ahok divonis dua tahun penjara atas kasus penistaan agama.

Hampir 3 tahun Djarot mendampingi Ahok sebagai wakil gubernur. Ia pun kemudian berganti jabatan begitu Ahok ditahan. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberikan surat penugasan kepada politikus PDIP itu sebagai Plt Gubernur DKI Jakarta.

Saat seremonial pelantikan, tak ada senyum di wajah Djarot. Mengingat beberapa waktu sebelumnya Ahok telah mendekam di dalam jeruji besi.

Berikut perjalanan Djarot hingga menempati posisi sebagai Gubernur DKI Jakarta:


Tahun 2000-2010

Djarot menjabat sebagai Walikota Blitar dari tahun 2000 sampai 2005. Tak berhenti di situ, Djarot kembali menjadi orang nomor satu di Blitar hingga tahun 2010.

Ketika memimpin Blitar, banyak hal yang digagas oleh Djarot yang dikenal sangat membatasi mal bertingkat dan gedung pencakar langit. Djarot lebih memilih untuk menata pedagang kaki lima dengan konsep yang matang.

Djarot Saiful Hidayat (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Politisi PDI Perjuangan itu juga pernah mendapatkan berbagai penghargaan atas kontribusi positifnya selama menjabat sebagai Walikota Blitar. Djarot pernah menerima Penghargaan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah di tahun 2008. Selain itu, dia juga menerima Penghargaan Terbaik Citizen's Charter Bidang Kesehatan Anugerah Adipura selama 3 tahun berturut-turut yaitu dari tahun 2006, 2007, dan 2008.


17 Desember 2014

Setelah Ahok dilantik sebagai gubernur oleh Presiden Joko Widodo pada 19 November 2014, ia langsung mencari kandidat yang tepat untuk menjadi wakilnya. Sejumlah nama pernah disodori oleh PDIP untuk mendampingi Ahok, termasuk salah satunya Boy Sadikin.

Ahok menjatuhkan pilihan kepada Djarot yang akan menemaninya untuk memimpin DKI hingga Oktober 2017. Dalam wawancara pada 2014 lalu, Ahok mengungkapkan dirinya begitu senang saat PDIP menyetujui pilihan untuk posisi wakil gubernur.

"Saya sangat beruntung, Ibu Mega DPP, DPD PDIP, sama pilihannya dengan yang saya minta, Pak Djarot. Kebetulan Pak Boy juga keberatan merangkap wagub dan ketua DPD. Jadi dia pilih ketua DPD. Jadi ya udah," imbuh Ahok.

Akhirnya pada 17 Desember 2014, Djarot resmi dilantik sebagai wakil gubernur DKI Jakarta.


9 Mei 2017

Hampir tiga tahun Djarot mendampingi Ahok sebagai wakil gubernur. Keduanya juga mencalonkan diri kembali sebagai Cagub-Cawagub dalam Pilkada DKI 2017. Namun keduanya harus menelan pil pahit sebab kalah dalam kontestasi tersebut.

Tak cuma itu, Djarot juga nampak begitu sedih ketika mengetahui vonis majelis hakim terhadap Ahok dalam kasus penistaan agama. Begitu vonis hakim selesai dibacakan, Ahok langsung dibawa ke Rutan Cipinang. Tak berapa lama kemudian, mantan wali kota Blitar itu menjenguk Ahok di rutan.

"Saya sudah bertemu sama Pak Ahok sama keluarganya ya serta adik dari beliau. Saya sudah berkoordinasi. Yang saya sampaikan adalah tetap sabar dan bisa hadapi ini secara bersama-sama tetap dalam koridor konstitusi," ucap Djarot.

Ahok dan Djarot usai putaran kedua Pilgub DKI 2017 (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Dia dan Ahok juga menghormati keputusan majelis hakim. "Kami menghargai, menghormati keputusan yang sudah disampaikan majelis hakim. Tapi kita juga mempunyai hak untuk melakukan proses banding. Artinya, pengacara juga sudah melakukan tugasnya," katanya.

Menyusul vonis tersebut, Mendagri Tjahjo Kumolo kemudian memberikan surat penugasan kepada Djarot sebagai Plt Gubernur DKI Jakarta. Penyerahan surat penugasan itu dilakukan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (9/5/2017). Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyerahkan surat penugasan tersebut langsung kepada Djarot.

Djarot menerima surat penugasan sebagai Plt Gubernur DKI dari Tjahjo. Djarot dan Tjahjo kemudian bersalaman, tampak tidak ada senyum di wajah keduanya