Direktur Teknik dan Operasi PT Marga Mandalasakti sebagai pengelola tol Tangerang-Merak mengatakan, Sunarto Sastrowiyoto, memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 sampai H-2 lebaran. Sedangkan arus balik terjadi pada H+2 sampai H+6 berikut juga dengan arus kendaraan yang berwisata.
Akan ada skema rekayasa lalu lintas jika terjadi kepadatan di pelabuhan Merak atau ketika memasuki gerbang tol Merak. Seperti apa?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekayasa kedua akan dilakukan pengaturan kendaraan di rest area KM 68 dan KM 43. Di rest area tersebut, kurang lebih dapat menampung sampai 300 kendaraan. Terakhir akan ada pengalihan lalu lintas tujuan Merak melalui Cilegon Barat jika kemacetan masih terjadi di dalam tol.
"Jadi nanti begitu pada H-3 biasanya kepadatannya itu kita siapkan segala aturan. Misalkan terjadi kepadatan di Merak, kita alihkan ke Cilegon Barat," kata Sunarto kepada wartawan di Kota Serang, Rabu (14/6/2017).
Kemudian di rest area KM 68 dan KM 43 akan disediakan bengkel, pos kesehatan, dan penjualan tiket penyeberangan kapal menuju Merak. Untuk pemudik yang sudah terlanjur masuk ke tol dan kekurangan bahan bakar, akan ada patroli penjualan bahan bakar dari jeriken. Ini dilakukan agar tidak ada hambatan kendaraan yang menyebabkan kemacetan panjang menuju Merak.
"Kita menyiapkan bantuan pengguna jalan dari sisi pelayanan dan BBM. Tapi harapannya, mereka isinya di rest area," katanya.
Selain itu, bagi kendaraan jenis truk ketika H-4 sampai H+3 juga dilarang memasuki jalur tol Tangerang-Merak. Ini sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan. Sedangkan untuk angkutan BBM atau bahan pokok akan dilakukan pengawalan oleh pihak Patroli Jalan Raya (PJR).
"Prinsipnya kami sebagai fasilitator tol, koordinasi melakukan penindakan, sosialisasi dan himbauan," ujar Sunarto. (bri/rna)











































