"Pakde Karwo selain gubernur kan juga Ketua Partai Demokrat Jawa Timur. Kami meminta Pakde Karwo tetap konsisten mengusung calon wakil gubernur dari birokrat," kata Koordinator FK3JT KH Fahrur Rozi di gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Rabu (14/6/2017) malam.
Gus Fahrur, sapaan KH Fahrur Rozi, menilai kepemimpinan di Provinsi Jawa Timur ke depan masih membutuhkan sosok calon wakil gubernur dari birokrat untuk melanjutkan duet kepemimpinan Soekarwo-Saifullah Yusuf, yang dinilai berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jatim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menerangkan kiai kampung menyaring 5 bakal calon wakil gubernur dari birokrat. Mereka adalah Wahid Wahyudi (Kepala Dinas Perhubungan Jatim), Fatah Yasin (Asisten II Setdaprov Jatim), Hasan Aminuddin (Bupati Probolinggo dua periode dan sekarang anggota DPR RI dari Fraksi NasDem), Nurwiyatno (Kepala Inspektorat Provinsi Jatim), dan Hadi Prasetyo (mantan Asisten II Setdaprov Jatim).
Dari kelima nama bakal cawagub itu, kiai kampung menyaring lagi hingga menjadi tiga nama, yakni Wahid, Fatah, dan Hasan.
"Sesuai statement Pakde Karwo, perlunya bakal calon wakil gubernur dari kalangan birokrat. Kami sreg (cocok) dengan ketiga nama itu karena memiliki prestasi, juga nahdliyin tulen," tuturnya sambil menambahkan bahwa Wahid dinilai sebagai kepala dinas yang inovatif, bahkan mendapatkan penghargaan sebagai dinas terbaik se-Indonesia.
Sedangkan Fatah Yasin dinilai sebagai birokrat dari Madura yang dinilai akan bisa meredam aspirasi warga Madura yang menginginkan Madura berpisah dengan Jatim dan ingin mendirikan provinsi sendiri.
Sedangkan Hasan Aminuddin pernah menjabat Bupati Probolinggo selama dua periode dan sekarang menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem.
"Kami lebih sreg dan memprioritaskan Pak Wahid Wahyudi menjadi bakal calon wakil gubernur karena beliau birokrat yang cerdas, inovatif, dan banyak prestasi. Beliau juga bernasab pesantren. Bapaknya dari keluarga Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan. Ibunya adalah adik almarhum KH Abdullah Faqih dari Ponpes Langitan Tuban," ucapnya.
Rombongan kiai kampung datang ke Grahadi untuk menemui Soekarwo. Mereka tidak bertemu dengan Ketua Demokrat Jatim itu karena rencana awal pertemuan tersebut pada pukul 15.00 WIB.
Namun para kiai itu tidak hadir sesuai dengan waktu yang sudah direncanakan, sehingga Soekarwo meninggalkannya. Sebab, pada malam harinya, ia akan menyambut kedatangan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Jawa Timur. (roi/erd)










































