DetikNews
Rabu 14 Juni 2017, 17:04 WIB

Cerita Asworo soal Hari Terakhir dan Percekcokan dengan Chatarina

Raja Adil Siregar - detikNews
Cerita Asworo soal Hari Terakhir dan Percekcokan dengan Chatarina Asworo dan barang bukti (Raja/detikcom)
Palembang - Asworo (32) didera penyesalan yang panjang. Dia menceritakan hari-hari terakhir hingga percekcokan dengan calon istrinya, Chatarina Wiedjawati, yang berujung maut.

Asworo menceritakan dirinya menjemput Chatarina di kontrakan di Prabumulih, Sumatera Selatan, pada Jumat, 5 Mei 2017, sekitar pukul 17.00 WIB.



"Kami beli makan di sana. Karena besoknya Chatarina masih masuk kerja dan piket, saya nginep di sana (kontrakan Chatarina di Prabumulih)," kata Asworo saat gelar perkara di Mapolda Sumsel, Rabu (14/6/2017).

Sejoli yang berencana menikah pada 5 September ini akan bertolak dari Palembang menuju Yogyakarta untuk menjalani foto prewedding pada Minggu, 7 Mei 2017. Foto preweding di 3 lokasi destinasi di Kota Gudeg itu akan digelar pada Senin, 8 Mei 2017. Asworo dan Chatarina lalu berangkat dari Prabumulih ke Palembang.



"Besoknya, Sabtu (6/5) magrib, kami berangkat ke Palembang pakai mobil yang saya sewa karena besoknya (Minggu, 7 Juni) kami mau berangkat ke Yogyakarta untuk mempersiapkan keperluan pernikahan," ujar Asworo.

Keduanya tiba di Palembang pada Sabtu 6 Juni 2017 malam. "Karena hujan dan jalan juga macet, malam minggu itu sekitar pukul 22.00 WIB, kami sampai di Palembang. Kami ambil uang di ATM Mandiri Chatarina sekitar Rp 900 ribu dan langsung ke Hotel Az'za, Jalan Kapten Anwar Satro, Palembang. Nggak lama, kami cari makan karena sudah malam kami makan di hotel itu. Siap makan, Chatarina masuk kamar hotel dan saya pulang ke mes," ungkap Asworo.

Minggu, 7 Juni 2017, sekitar pukul 05.00 WIB, Asworo menjemput Chatarina di hotel dan Bandara SMB II. "Rencananya mau beli tiket di bandara pas mau berangkat. Pas di jalan menuju bandara itulah Chatarina nanya persiapan saya gimana karena waktunya sudah dekat, apakah sudah ada uangnya. Saya jawab 'belum ada' dan akhirnya cekcok dalam mobil sampai akhirnya saya khilaf, terus saya pukul pakai tangan, terus saya pukul lagi pakai kunci itu," kata Asworo.

Chatarina pun tak berdaya. Dia bersimbah darah. "Karena sudah sekarat, saya pindah ke belakang mobil," ucap Asworo.

Asworo, yang mengendarai mobil sewaan mobil Toyota Innova berwarna hitam berpelat nomor BG-1719-JA, mencari tempat sepi untuk menghilangkan jejak-jejak pembunuhan sadis ini.

"Saya bawa ke tempat sepi, terus saya angkat dan buang ke semak-semak di daerah Sukarami. Terus saya pergi ke dekat kampus IBA Palembang yang ada kolam retensinya (berjarak sekitar 200 meter dari mes Asworo). Di situ saya cuci mobil dan pakaian saya. Baru pergi ke mes untuk ambil pakaian, BPKB motor, dan langsung kembalikan mobil yang saya sewa tapi, sebelum mengembalikan, saya buang koper yang ada di mobil milik Chatarina," tutur Asworo.
(aan/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed