Asworo mengaku bergegas melarikan diri setelah membuang jasad Chatarina di semak-semak di Sukarami, Palembang. Asworo tega menghabisi calon istrinya itu karena kalap saat cekcok.
"Saya khilaf, terus saya pukul pakai tangan, terus saya pukul lagi pakai kunci itu. Karena sudah sekarat, saya pindah ke belakang mobil," ujar Asworo di Mapolda Sumsel, Palembang, Rabu (14/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena ketakutan, Asworo berangkat ke Indralaya menggunakan motor dan menginap di salah satu hotel.
"Besoknya (8/5) saya jual motor saya seharga Rp 6,5 juta di sana. Malamnya saya tunggu bus, tapi karena nggak ada, saya dapatnya travel dan naik travel itulah pergi ke Lampung," tutur Asworo.
Di Lampung, Asworo berpindah-pindah hotel. Dari menginap di Guest House Palapa hingga ke Hotel Citihub.
"Karena uang sudah semakin menipis, tanggal 12 Mei itu saya check-out dan tanya bapak tukang ojek di sana dan cari kos-kosan," ujar Asworo.
Karena uang menipis, Asworo menjual kamera dan telepon genggamnya. Setiap kali bepergian, Asworo mengenakan masker.
"Karena takut ada yang kenal masyarakat," ujarnya.
Polisi menetapkan Asworo sebagai tersangka tunggal pembunuhan Chatarina. Dia diduga telah lama merencanakan pembunuhan calon istrinya itu. (fdn/tor)










































