"Saya nggak tahu, saya nggak bisa duga (pelakunya). Tapi kok saya yakin ini (pelaku) bukan karyawan (TransJakarta). Saya yakin bukan," kata Budi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (14/6/2017).
Menurut Budi, keyakinannya tersebut karena selama ini tidak ada persoalan pribadi antara dirinya dengan para karyawan. Meski saat ini sedang ada permasalahan dengan karyawan, Budi menganggap itu tidak dibawa ke persoalan pribadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa saya yakin bukan, tuntutan adalah tuntutan, silakan. Permintaan petisi setelah mereka kita juga nggak masalah. Ada beberapa keluhan yang menurut kami itu juga harus diperbaiki, kita langsung perbaiki kok," tutur Budi.
"Karena kan walau bagaimana pun hubungan atasan dengan bawahan, perusahaan dengan karyawan, itu penting ya. Tapi nggak mungkin sampai kayak begini, harusnya ya," lanjutnya.
Budi sendiri enggan berkomentar lebih jauh soal siapa pelaku pelemparan bom molotov di rumahnya. Semua sudah dia serahkan ke pihak kepolisian.
Beberapa hari lalu, karyawan TransJ memang mengadakan demo menuntut agar diangkat menjadi karyawan tetap. Aksi itu pun berlangsung damai meski sempat berimbas dalam perjalanan TransJ di Ibu Kota. (bis/dhn)











































