"Menurut kamu, kalau rumahnya dilempar bom molotov, itu ancaman nggak? Nah, itu cara-cara yang kuno, nggak bagus," kata Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (14/6/2017).
Meski ancaman menjadi risiko bagi seorang pejabat, Djarot mengecam tindakan tersebut. Ia menilai teror terhadap Budi Kaliwono semalam merupakan bentuk tindakan yang tidak jantan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia pun berpesan kepada Budi agar tidak takut menghadapi ancaman dari pihak tak dikenal tersebut.
"Tadi saya ketemu sama Pak Budi ya (saya bilang), 'Jangan takut, jangan takut, selama Anda benar, kita benar, pasti Tuhan akan menjaga kita.' Begitu saja, jangan takut," pesan Djarot setelah bertemu dengan Budi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (14/6/2017).
Menurut pengakuan Djarot, Budi mengaku dalam kondisi baik setelah diteror dengan molotov. Berkaca pada pengalamannya dihadang saat masa kampanye putaran kedua lalu, Djarot pun mengingatkan Budi agar tetap berani menghadapi teror tersebut.
"Tadi lapor dia nggak apa-apa. Biasa, saya bilang, kalian sampai seperti itu, saya bukan hanya diancam, saya dihadang lo ya, tahu nggak, nggak apa-apa, kan? Saya hadapin bukan satu-dua orang, tapi ratusan orang, nggak apa-apa, biasa," ujar Djarot.
"Selama kami benar, kita benar, ikhlas, it's OK," lanjutnya.
Lebih lanjut ia meminta agar para pejabat dan pimpinan SKPD lainnya tetap waspada setiap waktu. Dia juga berpesan untuk mendoakan siapa pun yang berbuat tidak baik hingga mengancam keselamatan.
"Tetapi tetap waspada ya di dunia ini. Pasti ada orang yang baik sama kita, ada yang suka sama kita, tapi pasti ada orang yang nggak suka sama kita. Doain saja orang yang mengancam seperti itu, doain supaya dikasih kesadaran, kita doain," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, rumah Budi Kaliwono di Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, dilempar molotov pada Selasa pukul 20.40 WIB. Polisi mencari tahu motif pelemparan molotov di rumah itu.
"Untuk motifnya apa, masih kita selidiki. Apakah murni kriminal atau ada motif lainnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (14/6). (nth/nkn)











































