"Anak gajah yang terpisah dari induk di Aceh Timur kemarin siang Selasa (13/6/2017) nyawanya tidak dapat diselamatkan oleh tim dokter gabungan," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo kepada wartawan, Rabu (14/6).
Tim dokter yang merawat gajah jantan berusia 16 bulan tersebut terdiri atas BKSDA Aceh, Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah, dan Vesswic. Dalam seminggu terakhir, gajah tersebut mendapat perawatan intensif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sapto, bangkai gajah tersebut sudah dilakukan autopsi dan diambil sampel beberapa bagian tubuh untuk dianalisis di laboratorium. Saat melakukan autopsi, tim dokter menemukan luka infeksi pada ususnya. Anak gajah tersebut kemudian dikuburkan setelah proses autopsi selesai.
"Penyebab pasti kematian akan diketahui setelah hasil lab keluar," ungkapnya. (rvk/rvk)










































