Langkah tersebut dimulai dengan dialihkannya kabel internet di tiang-tiang listrik ke jaringan bawah tanah. Hal itu ditandai dengan penandatanganan MoU antara Pemkot Semarang dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.
Nantinya kabel internet akan dipindahkan menggunakan konsep ducting bersama atau saluran bersama di bawah tanah. Prosesnya akan dimulai 2018 mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi mengatakan jika langkah awal sudah berjalan, maka nantinya tidak menutup kemungkinan semua kabel termasuk milik Asosiasi Penyelenggara Jasa Telekomunikasi (APJATEL), Telkom, bahkan PLN akan diterapkan hal serupa.
"Kita belum bertemu PLN. Pernyataan PLN mendukung 2018 bebas kabel belum kami dapatkan," kata Hendi di lokasi MoU, Ballroom Crowne Plaza Semarang, Selasa (13/6/2017).
"Kami akan lebih intens lagi untuk bisa gayung bersambut dengan PLN," imbuhnya.
Sementara itu Ketua Umum APJII, Jamalul Izza menyetujui rencana Hendi karena kabel yang membentang antar tiang mengganggu estetika kota. Selain itu jika di dalam tanah, perbaikan juga bisa lebih cepat.
"Kabel FO kan pada di atas, semrawut. Semarang ini smart city-nya semakin bagus, estetikanya juga jangan hilang," kata Izza.
(alg/nwy)











































