"Memang ada satu hal yakni pemangsa atau predatornya sudah mulai berkurang," ujar Lebu Raya kepada detikcom, Rabu (14/6/2017).
Menurutnya, serangan belalang kembara pernah terjadi tahun sebelumnya. Saat itu pemerintah setempat menanganinya dengan melakukan penangkapan dengan tenaga manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemprov NTT saat ini sedang berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mengantisipasi meluasnya serangan serangga itu ke semua wilayah di Sumba Timur.
"Ya kami terus koordinasikan untuk menangani, memang belalang ini sudah lama sudah beberapa tahun tidak muncul, sekarang dia muncul lagi. Dahulu sudah ada penelitian yang kita lakukan bersama agar bisa menghilangkannya sama sekali," papar Lebu Raya.
Ribuan ekor belalang kembara masih memenuhi kabupaten sumba timur. Ribuan belalang ini diduga masih berada di wilayah tersebut dan mulai menyerang tanaman warga.
Belalang kembara Foto: Petrus Ola-detikcom |
Serangga ini berterbangan mengikuti arah angin dan menuju ke arah utara dan barat wilayah tersebut.
Populasi belalang kembara melonjak diduga akibat kemarau panjang. Predator alami belalang kembara tidak tahan dengan kemarau sehingga populasi belalang kembara tidak terbendung.
Belalang kembara adalah hama pemakan rumput-rumputan. Di Sumba Timur, mereka memakan rumput, jagung, hingga padi.
Pada Sabtu (10/6), belalang kembara menyerbu Bandara Umbu Mehang Kunda dan memenuhi landasan. Akibatnya, pendaratan pesawat sempat tertunda karena landasan harus lebih dulu dibersihkan. (fdn/fdn)












































Belalang kembara Foto: Petrus Ola-detikcom