Ormas di Indonesia ada yang Terkait ISIS? Wiranto: Jangan Menuduh

Ormas di Indonesia ada yang Terkait ISIS? Wiranto: Jangan Menuduh

Ray Jordan - detikNews
Selasa, 13 Jun 2017 19:01 WIB
Ormas di Indonesia ada yang Terkait ISIS? Wiranto: Jangan Menuduh
Wiranto (Foto: Agung Pambudhy-detikcom)
Jakarta - Beberapa ormas di Indonesia dinilai menarik perhatian dan berhubungan dengan kelompok radikal ISIS. Namun Menko Polhukam Wiranto menegaskan, tudingan itu tidak bisa dilakukan sembarangan.

"Kita tidak bisa sewenang-wenang menuduh seperti itu. Tapi ormas-ormas ini yang radikal itu ajarannya, gerakannya itu sekarang batasannya kita tidak bisa menentukan batasannya ormas ini identik dengan gerakan teror. Tidak bisa kemudian menjustifikasi seperti itu," kata Wiranto saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Namun demikian, kata Wiranto, kalau tidak diwaspadai maka munculnya terorisme dan radikalisme akan sangat mudah di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Embrio, katakanlah mereka merekrut dari yang radikal-radikal ini untuk menjadi agen teror. Batasannya kan di sini. Makanya kami minta, jangan dong ormas-ormas di Indonesia menjadi ormas yang cukup radikal, jangan. Jangan ormas di Indonesia justru bertentangan dengan ideologi Pancasila," kata Wiranto.

Wiranto juga mengingatkan agar ormas yang ada di Indonesia tidak menularkan paham kebencian dan dendam antar sesama. Ormas haruslah bisa mendukung kebijakan pemerintah untuk menciptakan keamanan dan persaudaraan.

"Jangan ormas-ormas di Indonesia justru gerakannya bukan mendukung satu kebijakan pemerintah untuk membangun keamanan, kebersamaan tapi justru membuat masyarakat menjadi dendam, pembenci, saling curiga, gerakan-gerakan yang justru mengganggu ketertiban. Ya, jangan dong. Ada ormas yg kemudian melakukan sweeping seenaknya. Ya enggak boleh, ada negara hukum di sini," jelasnya.

Dikatakan Wiranto, mencipatakan rasa aman dan nyaman antar antara warga adalah tugas bersama. Meski diakuinya hal itu tidak mudah.

"Ini tugas kita, tugas yang tidak mudah. Tapi harus dilakukan. Oleh karena itu mari bersama-sama melakukan satu langkah bersama masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada di manapun bersama-sama menanggulangi itu. Karena apa yang kita hadapi enggak kelihatan sebenarnya. Tapi ada. Kalau kita enggak bersama-sama menghadapi aksi terorisme seperti ini, kita enggak total namanya. Mereka yang senang," jelasnya. (jor/rvk)


Berita Terkait