Situasi Maluku Normal, Pasukan Mulai Ditarik
Sabtu, 30 Apr 2005 23:45 WIB
Ambon - Situasi Maluku pasca 25 April yang bertepatan dengan hari ulang tahun RMS relatif normal. Pasukan yang berada di pos-pos polisi mulai ditarik, Kamis (27/4/2005) lalu. "Ini kami tempuh setelah melihat kondisi Maluku yang relatif normal. Sebelumnya kami rencanakan penjagaan hingga H+7. Tapi kondisi baik, lebih cepat pasukan ditarik," ujar Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease AKBP Leonidas Braksan kepada detikcom di Mapolres, Jl. dr Latumeten, Ambon, Sabtu (30/4/2005).Pos-pos itu didirikan berkaitan dengan Operasi Mutiara Merah-Putih 2005. Tujuannya mengantisipasi gerakan separatis Front Kedaulatan Maluku (FKM) memperingati hari jadi RMS. Penarikan pasukan termasuk yang berada di sekitar rumah 3 dedengkot FKM/RMS masing-masing, Jhon Rea, Moses Tuanakotta dan dr Alex Manuputty. Sebelumnya ketiga rumah yang berada di wilayah Kudamati dijaga Brimob Kalbar.Pos pengamanan Operasi Mutiara Merah-Putih 2005 berada di seluruh daerah di Pulau Ambon dan Pulau Lease. Khusus di Ambon, ada 9 pos yang berada di wilayah Kudamati, Batumeja, Karpan, Hative Besar dan Gunung Nona. Meski pasukan sudah ditarik dari pos, kegiatan patroli tetap dilakukan. Meski seluruh pos telah ditarik, pasukan yang bertugas di perbatasan kedua wilayah masih dipertahankan. Polisi terus melakukan upaya pencegahan agar tidak terjadi konflik horisontal. Salah satunya dengan mendirikan pos keamanan di wilayah perbatasan.Sebanyak 19 pos polisi berada di perbatasan 2 komunitas di wilayah hukum Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Keberadaan pos polisi itu tersebar di Waringin, Talake, Tantui, Trikora, Poka, dan Batumerah-Mardika. Selain polisi, ada beberapa pos milik TNI di wilayah perbatasan.Kondisi keamanan di Ambon sejak 25 April memang relatif stabil. Namun, polisi tetap mengintensifkan penyisiran, baik di lingkungan warga maupun jalan umum dengan melibatkan seluruh personel kepolisian dari Samapta Polda Maluku dan Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease serta didukung oleh Brimob BKO."Antisipasi pengamanan Kamtibmas pasca 25 April akan terus dilakukan dengan patroli dan sweeping," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kompol Endro Prasetyo.Menurut Endro, kondisi keamanan di Ambon dan Maluku secara umum relatif aman. Meski demikian, anggota intelijen terus mendeteksi kegiatan kamtibmas guna mengantisipasi gangguan keamanan. "Langkah antisipasi akan tetap kita laksanakan dengan memaksimalkan kemampuan polisi. Kita akan tetap berupaya agar tidak lengah dan terus menjaga kondisi ini semakin kondusif," tandasnya. Selama kurun waktu 25-27 April, jumlah bendera yang dikibarkan pengikut FKM hanya 14 lembar bendera. Ke-14 bendera itu dikibarkan di sejumlah titik di Pulau Ambon, Pulau Haruku, dan Maluku Tengah. Jumlah bendera itu lebih sedikit jika dibandingkan pengibaran pada 25 April 2004 lalu yang mencapai 54 lembar. Selain barang bukti berupa bendera RMS yang sudah diamankan di Polres, polisi juga berhasil menangkap beberapa pengibar bendera maupun orang yang tertangkap tangan membawa bendera.
(rif/)











































