DetikNews
Selasa 13 Juni 2017, 17:35 WIB

DPD Minta Horor Brexit Jangan Terulang

Suci Rizqi Lestari - detikNews
DPD Minta Horor Brexit Jangan Terulang Foto: Dok. DPD
Jakarta - Ketua Komite II DPD Parlindungan Purba menilai program zero accident milik pemerintah masih jauh dari sasaran. Program dari pemerintah diharapkan dapat menekan jumlah kasus kecelakaan lalu lintas sehingga masyarakat dapat mudik dengan lancar.

"Belum tercapainya zero accident dikarenakan masih belum terselesaikannya masalah transportasi, terutama di darat. Angkutan lalu lintas perlu dibenahi untuk menghadapi arus mudik 2017 agar kejadian kemacetan di exit tol Brebes tidak terulang lagi," kata Parlindungan dalam keterangan tertulis dari DPD, Selasa (13/6/2017).

Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR di Ruang Rapat Komite II DPD Selasa (13/6/2017), Parlindungan meminta pemerintah melakukan antisipasi untuk menghadapi arus mudik lebaran 2017 agar angka kasus kecelakaan tidak meningkat.

Sejumlah infrastruktur terkait transportasi jelang Lebaran juga diharapkan bisa segera rampung. Sampai saat ini pembangunan infrastruktur transportasi di wilayah Indonesia timur sangat tertinggal.

"Kalau ada pembangunan, jangan hanya ada di Jawa. Meski di Jawa paling banyak penduduknya, tapi di daerah Indonesia timur juga masih perlu pembangunan," sambungnya.

Terkait masalah kecelakaan, senator asal Lampung Anang Prihantoro pun mempertanyakan persiapan yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), mengingat selama ini jumlah kasus kecelakaan terus meningkat.

"Kemenhub apakah mempunyai catatan soal jumlah kecelakaan setiap tahunnya? Apakah Kemenhub sudah membuat program untuk menekan jumlah kecelakaan tersebut?" tanya Anang.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto Iskandar mengatakan Kemenhub telah menyusun strategi pelaksanaan mudik melalui koordinasi intens untuk meminimalisasi jumlah kecelakaan jelang arus mudik lebaran 2017.

Kemenhub juga telah melakukan ramp check untuk transportasi darat, inspeksi keselamatan kereta api, serta sarana udara dan laut.

Sementara terkait kepadatan arus mudik dan balik Lebaran 2017, Pudji mengungkapkan Kemenhub telah menyusun beberapa program. Untuk mengatasi kepadatan akan dilakukan penambahan sarana transportasi berupa armada bus, kapal, dan frekuensi penerbangan.

Pudji menambahkan, puncak mudik diperkirakan terjadi pada H-2 dan H-1 jelang Lebaran. Sedangkan untuk puncak arus balik terjadi pada H+5 dan H+6 Lebaran.

"Salah satu cara untuk mencegah terulangnya kasus kemacetan di Brexit, kami akan alihkan kendaraan besar seperti bus atau truk ke arah Brebes Barat sehingga mengurangi jumlah di Brebes Timur," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna menjelaskan, untuk menghadapi arus lebaran 2017, Kementerian PUPR telah membangun beberapa jalan tol fungsional. Jalan tol itu nantinya bisa digunakan saat arus mudik dan balik lebaran.

Selain jalan tol, Kementerian PUPR juga membangun rest area dan empat flyover yang dapat digunakan pada H-10 lebaran.

"Kesiapan jalan tol fungsional di 2017 yang utama ada di Brebes Timur-Weleri sepanjang 110 km untuk menghindari kejadian seperti tahun kemarin," ucapnya.

Selain di Pulau Jawa, jalan tol fungsional juga dibangun di Pulau Sumatera sepanjang 65 km. Di antaranya di Bakauheni sampai Lematang sepanjang 5,03 km dan di Medan sampai Sei Rampah sepanjang 41,6 km.


(nwy/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed