Nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini masuk dalam penjaringan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. DPD PDIP Jawa Timur melayangkan surat pemberitahuan untuk Tri Rismaharini tentang mekanisme yang harus dilalui selama penjaringan berlangsung.
Surat Nomor119/EKS/DPD/VI/2017 Tanggal 12 Juni 2017 yang ditandatangani oleh Ketua DPD Kusnadi dan Sekretaris DPD Sri Untari Bisowarno itu berisi imbauan pengambilan dan pengembalian formulir pendaftaran calon. Surat tersebut juga memberitahukan jadwal pengambilan formulir di DPD PDI Perjuangan Jatim sesuai yang telah dimuat di media massa.
Foto: Dok. Istimewa |
Surat itu dititipkan kepada Didik Prasetiyono yang berhenti menjadi wakil ketua PDIP Surabaya karena ditunjuk Pemkot surabaya mewakili pemilik saham 25 persen sebagai Komisaris BUMN PT SIER. Didik yang dikonfirmasi mengaku sudah berkomunikasi dengan Wali Kota Risma. Surat yang dibawanya itu belum bisa diterima langsung karena wali kota sedang di Jakarta.
"Sudah disampaikan, sudah berkomunikasi lewat telepon. Posisi Bu Risma di Jakarta," jawab Didik saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (13/6/2017).
Menurut Didik, Tri Rismaharini bersikukuh untuk tidak mengambil formulir pendaftaran calon gubernur/calon wakil gubernur di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Risma, kata Didik, menegaskan mandat yang diperolehnya dari rakyat Surabaya untuk memimpin kota ini dan karena itu harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Mengingat pula agenda-agenda pembangunan Kota Surabaya masih banyak yang belum tuntas, tambahya.
Adanya surat pemberitahun dari DPD ke Risma ini ternyata tanpa sepengetahuan DPC PDIP Surabaya.
"Saya nggak ngerti, Didik sudah bukan pengurus DPC, tap surat untuk Bu Risma itu ndak harus lewat pengurus DPC. Kita tidak tahu," terang Sekretaris DPC PDIP Surabaya, Syaifudin Zuhrin kepada detikcom.
Saifuddin yang juga ketua Komisi C DPRD Surabaya ini menegaskan jika dirinya sebagai sekretaris tidak pernah dihubungi DPD PDIP Jawa Timur. Ia memperkirakan Didik dimintai tolong DPD karena kedekatannya dengan wali kota.
"Kalau dimintai tolong DPD, mungkin karena persahabatan," tambah Saifuddin.
Penulusuran detikcom, Didik yang dikenal sebagai juru bicara tim pemenangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana saat Pilkada Surabaya 2015 lalu juga menjadi sorotan ketika fotonya terlihat ikut mendampingi Tri Rismaharini yang menjadi juru kampanye nasional untuk pemenangan calon gubernur dan wakil gubernur Papua Barat yang diusung PDIP, pasangan Dominggus Mandacan dan Muhammad Lakotani. (ugik/imk)












































Foto: Dok. Istimewa