"Kami sangat mengapresiasi dan kami minta kepada aviation security untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dan gangguan setelah di Makassar," kata Budi di kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (13/6/2017).
Atas kejadian itu, Budi menugaskan Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso untuk membuat surat edaran tambahan. Surat tambahan itu bertujuan untuk lebih waspada yang ditujukan untuk seluruh Bandara di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan, Humas Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Turah Aji menyebutkan paket tersebut berisi keterangan paket dokumen, pada saat diperiksa di mesin X-Ray, petugas kemudian membuka paket dan menemukan 5 bungkus berisi total 500 detonator.
Paket tersebut rencananya dikirim melalui perusahaan kurir JNE, oleh pengirim bernama Jamaluddin, alamat Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulsel, dengan alamat penerima H. Raji, di Ketapang, Kalimantan Barat. Rencana paket tersebut akan dikirim menggunakan pesawat Garuda GA-611 dengan tujuan Pontianak.
"Terkait temuan-temuan barang berbahaya, tugas pengelola bandara memastikan orang dan barang yang akan diangkut dalam keadaan aman sehingga mendukung keselamatan penerbangan, apabila ditemukan barang berbahaya, sesuai SOP maka akan dilaporkan ke pihak berwajib," tutur Turah. (nkn/rna)











































