JK: Indonesia Siap Jadi Mediator Qatar-Arab Saudi

JK: Indonesia Siap Jadi Mediator Qatar-Arab Saudi

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Selasa, 13 Jun 2017 15:25 WIB
JK: Indonesia Siap Jadi Mediator Qatar-Arab Saudi
Wapres Jusuf Kalla (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan konflik diplomatik antara Qatar-Arab Saudi, termasuk beberapa negara-negara lainnya. Indonesia menyatakan siap menjadi mediator.

"Menjadi mediator itu kalau diminta. Karena harus kedua belah pihak setuju, ini belum tahap itu. Indonesia baru tahap mempelajari," ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (13/6/2017).

JK mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak termasuk negara-negara sahabat untuk mencari solusi penyelesaian konflik diplomatik di Timur Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden sudah bikin komunikasi. Kita juga sudah mendengar dari dubes-dubes di sini dan dubes-dubes kita di sana. Mudah-mudahan mereka sudah bisa menyelesaikan sendiri organisasi GCC Teluk," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan dirinya tengah mengumpulkan masukan untuk menyikapi konflik tersebut.

Jokowi juga sudah melakukan komunikasi via telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terkait konflik Qatar dengan negara-negara Teluk tersebut. Jokowi juga berkomunikasi dengan pimpinan negara Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.

"Sampai saat ini saya sudah bertelepon ke Presiden Turki Erdogan, saya sudah telepon, bicara banyak. Saya sudah telepon juga ke Emir Qatar Sheikh Tamim, saya sudah telepon bicara banyak juga. Kemudian kemarin malam saya juga telepon lagi ke Sheikh Mohammed dari Uni Emirat Arab, juga berbicara banyak, tetapi sementara ini saya ingin mendapat masukan-masukan terlebih dahulu," kata Jokowi.

Menurut Jokowi dirinya ingin mendengarkan dan mengumpulkan masukan dari berbagai pihak, terutama yang berkaitan dengan konflik tersebut. Masukan itu nantinya akan menentukan sikap keberpihakan Indonesia. (fiq/fdn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads