"Jangan dulu dianggap melemahkan, bisa saja menguatkan. Tapi belum diketahui prosesnya. Prosesnya (hak angket) itu memang ada," ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (13/6/2017).
"Tapi seperti dikatakan Pak Presiden ini pemerintah tidak setuju pelemahan. Kalau mau penguatan atau ada suatu perubahan sistem sedikit-sedikit kan memang 15 tahun ini KPK perlu dievaluasi," sambungnya.
Beberapa anggota pansus hak angket disebut terlibat dalam beberapa kasus yang ditangani KPK saat ini. Menurut JK, tidak semua anggota DPR tersebut terlibat sehingga perlu ada kesepakatan yang yang dibuat dengan KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya telah menegaskan dirinya ingin agar KPK tidak dilemahkan.
"Ya kalau saya tidak ingin KPK itu lemah," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan lembaga KPK harus diperkuat dalam upaya pemberantasan korupsi. Dia tidak ingin KPK kendor.
"KPK harus kuat dan upaya pemberantasan korupsi tidak boleh kendor karena negara kita masih membutuhkan upaya-upaya yang luar biasa dalam pemberantasan korupsi," katanya. (tfq/dhn)











































