Ini Alasan Panglima TNI Gatot Nurmantyo Gagas Gerakan 171717

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 13 Jun 2017 14:50 WIB
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom)
Sukabumi - Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo menyebut aksi 171717 yang akan dilakukan serentak pada 17 Agustus 2017 pukul 17.00 WIB yang digagas TNI nanti merupakan aksi kasih sayang. Melibatkan semua elemen agama, khsusunya umat muslim sebagai agama mayoritas di Indonesia.

Melalui aksi 171717 yang serentak dilakukan di semua markas TNI di Indonesia itu akan diadakan acara berdoa dan mengaji bersama untuk keutuhan bangsa Indonesia.

"Ada acara khataman Alquran dilakukan pada pukul 17.00 WIB dan berakhir pukul 18.00 WIB dilanjut dengan salat Maghrib berjamaah. Setelah itu berdoa bersama, dilakukan semua umat beragama juga ada Kristen, Hindu, Budha, Konghucu sama-sama mendoakan agar tidak terjadi perselisihan dan timbul rasa kasih sayang," beber Gatot kepada detikcom usai mengisi sebuah acara di Kota Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (13/6/2017) siang tadi.

Dijelaskan Gatot, saat ini jumlah penduduk dunia terus melonjak, konsumsi energi akan terus naik dan akhirnya berdampak pada krisis pangan, energi dan air. Sementara Indonesia berada di ekuator terbesar kepulauan terbesar, banyak pihak yang melirik Indonesia dengan kondisi itu.

"Mandat dalam undang-undang TNI berperan menjaga keutuhan bangsa, ini yang kita ingatkan dan kita tidak bisa sendiri harus bersama rakyat. Celah paling mudah mengoyak keutuhan sebuah bangsa adalah perpecahan melalui isu-isu sensitif seperti SARA,' lanjut Gatot.

Gatot melanjutkan, bila masyarakat saling sayang menyayangi, hormat menghormati maka keutuhan bangsa bisa terjaga. Dan Indonesia akan menjadi negara yang disegani oleh negara lain karena posisinya yang memang diperhitungkan.

"Jangan sampai negara kita terpecah, karena rakyatnya tidak bisa menjaga persatuan. Sekali lagi harus diingat, bangsa kita besar karena keberagaman yang semuanya dituang dalam Pancasila sebagai dasar negara. Dan pak Jokowi kemarin meminta kita mengimplementasikan Pancasila pada 1 Juni kemarin, nah nanti pada hari kemerdekaan 17 Agustus kita kembali mengajak rakyat mengamalkan kemerdekaan dan pancasila dalam keberagaman dan kasih sayang," pungkas dia. (rvk/rvk)