BPTJ Kemenhub Cek Kesiapan Mudik di Terminal Kalideres

BPTJ Kemenhub Cek Kesiapan Mudik di Terminal Kalideres

Akhmad Mustaqim - detikNews
Selasa, 13 Jun 2017 13:57 WIB
BPTJ Kemenhub Cek Kesiapan Mudik di Terminal Kalideres
BPTJ Kementerian Perhubungan mengecek kesiapan Terminal Kalideres, Jakarta, jelang masa mudik, Selasa (13/6/2017).Foto: Akhmad Mustaqim/detikcom
Jakarta - Bdan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan mengecek kesiapan Terminal Kalideres, Jakarta, jelang masa mudik. Petugas memeriksa fasilitas dan bus di terminal.

"Saat ini sedang mengecek kesiapan arus Lebaran. Saya ditugaskan oleh pak menteri untuk keliling dari toilet, musala, tempat istirahat sopir (di sini) kelihatannya tersedia dengan baik. Memang yang menjadi PR kita itu adalah bus itu sendiri," ujar Plt Kepala BPTJ Bambang Prihartono kepada wartawan di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (13/6/2017).

Di terminal, Bambang dan petugas berkeliling. Mereka melihat toilet, musala dan mengikuti proses ramp check bus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang 5 bus yang lakukan ramp check dan terus terang, kami agak kecewa, bus yang tersedia jauh dari yang kita harapkan," ujar Bambang.

 BPTJ Kementerian Perhubungan mengecek kesiapan Terminal Kalideres, Jakarta, jelang masa mudik, Selasa (13/6/2017). BPTJ Kementerian Perhubungan mengecek kesiapan Terminal Kalideres, Jakarta, jelang masa mudik, Selasa (13/6/2017). Foto: Akhmad Mustaqim/detikcom


Salah satu bus yang mengikuti ramp check disebut memiliki kursi penumpang lebih dari kapasitas. Hal ini tentu membahayakan karena akan terjadi kelebihan beban.

"Bervariasi (jenis kegagalan), dari yang ada. Dalam izin, kapasitas 25 penumpang, tapi sehat (kursi) 35. Kemudian alat pemadam kebakaran sudah expired," ujar Bambang.

Kepala Terminal Kalideres, Revi Zulkarnain mengatakan, lima bus tidak lolos ramp chek karena faktor lain bukan terkait faktor unsur penunjang keselamatan.

"Yang lima tadi itu bukan teknis keselamatan kayak rem, lampu. Itu kekurangannya, misal seat 28 dia bikin 35. Kalau seatnya dicopot, nanti dia bisa dinyatakan lulus," ujar Revi terpisah. (fdn/fdn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads