"Saat ini sedang mengecek kesiapan arus Lebaran. Saya ditugaskan oleh pak menteri untuk keliling dari toilet, musala, tempat istirahat sopir (di sini) kelihatannya tersedia dengan baik. Memang yang menjadi PR kita itu adalah bus itu sendiri," ujar Plt Kepala BPTJ Bambang Prihartono kepada wartawan di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (13/6/2017).
Di terminal, Bambang dan petugas berkeliling. Mereka melihat toilet, musala dan mengikuti proses ramp check bus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BPTJ Kementerian Perhubungan mengecek kesiapan Terminal Kalideres, Jakarta, jelang masa mudik, Selasa (13/6/2017). Foto: Akhmad Mustaqim/detikcom |
Salah satu bus yang mengikuti ramp check disebut memiliki kursi penumpang lebih dari kapasitas. Hal ini tentu membahayakan karena akan terjadi kelebihan beban.
"Bervariasi (jenis kegagalan), dari yang ada. Dalam izin, kapasitas 25 penumpang, tapi sehat (kursi) 35. Kemudian alat pemadam kebakaran sudah expired," ujar Bambang.
Kepala Terminal Kalideres, Revi Zulkarnain mengatakan, lima bus tidak lolos ramp chek karena faktor lain bukan terkait faktor unsur penunjang keselamatan.
"Yang lima tadi itu bukan teknis keselamatan kayak rem, lampu. Itu kekurangannya, misal seat 28 dia bikin 35. Kalau seatnya dicopot, nanti dia bisa dinyatakan lulus," ujar Revi terpisah. (fdn/fdn)












































BPTJ Kementerian Perhubungan mengecek kesiapan Terminal Kalideres, Jakarta, jelang masa mudik, Selasa (13/6/2017). Foto: Akhmad Mustaqim/detikcom