DetikNews
Selasa 13 Juni 2017, 13:00 WIB

Keberatan Dakwaan Jaksa, Patrialis: Satu Rupiah Pun Tidak Terima

Faieq Hidayat - detikNews
Keberatan Dakwaan Jaksa, Patrialis: Satu Rupiah Pun Tidak Terima Patrialis Akbar (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar mengaku keberatan atas dakwaan jaksa dalam kasus suap. Dia membantah telah menerima sejumlah uang dari Basuki Hariman dan Ng Fenny.

"Saya ingin mengatakan, dakwaan JPU, saya keberatan, sumpah demi Allah sampai ke Arsy, tidak pernah sekali pun. Satu rupiah pun saya tidak terima uang dari namanya Basuki Hariman dan Ng Fenny," kata Patrialis saat memberikan tanggapan atas dakwaan jaksa dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Besar, Jakarta Pusat, Selasa (13/6/2017).


Dia mengatakan awal bertemu Basuki sudah mengingatkan jika bertemu hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dalam menangani pokok perkara tidak boleh bertemu. Selain itu, selama pertemuan tidak boleh berbicara uang dan memberi uang.

"Sudah saya sampaikan tiga rambu, pernah Saudara Basuki sebagai pihak di MK? Basuki jawab tidak, terafiliasi? Jawabnya tidak, ya sudah boleh kita berkawan. Syarat kedua saudara tidak boleh sekali pun bicara uang dengan saya, apalagi memberikan uang," kata dia.

"Dan alhamdulillah mulai dari awal sampai detik ini tidak pernah Basuki Hariman bicara itu. Dan untuk hindari fitnah, tidak boleh bawa tas, apalagi dia seorang pendeta, saya ingin bangun komunikasi," sambung dia.

Patrialis didakwa menerima uang USD 70 ribu untuk mempengaruhi putusan perkara uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Dalam dakwaan, Kamaludin, yang merupakan Direktur PT Spektra Selaras Bumi, meminta sejumlah uang dari Basuki untuk diberikan kepada Patrialis Akbar.

"Jadi seluruh uraian penerimaan uang oleh Kamaludin dari Basuki saya tidak pernah dikonfirmasi sedikit pun baik oleh Basuki, Ng Fenny, apalagi Kamaludin, apalagi dengan uang Rp 2 miliar, saya sama sekali tidak tahu dan saya baru tahu suasana uang itu saat saya ditanya penyidik," kata dia.

Menanggapi hal tersebut, jaksa pada KPK Lie Putra Setiawan mengatakan penangkapan Patrialis merupakan rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) yang sebelumnya dilakukan terhadap Basuki Hariman dan Ng Fenny.

"Kalimat akan dipermalukan, harus diartikan akan dilakukan penangkapan dan sebagai hakim MK kalau ditangkap akan mempermalukan sehingga penyidik mencegah. Kalau penangkapan dipermasalahkan sepatutnya dipertimbangkan untuk melakukan praperadilan tidak tepat di sini," kata jaksa.

Sebelumnya, Patrialis Akbar didakwa menerima uang USD 70 ribu dalam kasus suap hakim MK. Uang itu dimaksud untuk mempengaruhi putusan perkara uji materi undang-undang nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.


(fai/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed