"Secara analisa kami sebelum turun ke lapangan, permasalahan di sini hampir dikatakan tidak ada," ujar Irjen Iriawan kepada wartawan di KM 13+500 Tol Jakarta-Tangerang, Tangerang, Selasa (13/6/2017).
Menurut Iriawan, kemacetan di Tol Jakarta-Tangerang tidak terlalu parah seperti Tol Jakarta-Cikampek. Sebab, jumlah pemudik ke Sumatera yang melalui jalur darat via Pelabuhan Merak lebih sedikit dibanding pemudik ke arah Jawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil pengamatan polisi, kemacetan di ruas Tol Jakarta-Tangerang hanya terjadi menjelang rest area KM 13+500. Kemacetan terjadi menjelang magrib.
"Hanya ada kemacetan menjelang magrib, biasanya menjelang magrib mendekati hari raya mulai arus mudik itu kemacetan menjelang magrib, karena rest area ini dipakai saudara kita untuk salat," ujarnya.
Iriawan juga memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) selama mudik lebaran di rest area tersebut masih mencukupi.
"Saya tanyakan ke pengelola rest area bahwa ketersediaan bahan bakar cukup, bahkan sehari 30-40 KL. Ini cukup banyak. Saya tanyakan satu hari habis, (ternyata) tidak habis termasuk menjelang hari raya," sambungnya.
Kapolda juga menyebut rest area tersebut minim aksi kejahatan. Pengelola rest area telah melengkapi kamera pengawas di beberapa titik untuk mengantisipasi adanya kejahatan.
"Kejahatan juga tidak pernah terjadi di sini. Untuk kami antisipasi karena harinya beda, kemudian fasilitas lainnya cukup tersedia di sini. Sehingga Insya Allah ini bisa mengakomodir saudara kita untuuk mudik ke wilayah bagian Sumatera," katanya.
(mei/fdn)











































