Pantauan detikcom, kepadatan kendaraan terjadi di Jalan Mampang Prapatan, Selasa (13/6/2017) sekitar pukul 06.30 WIB. Antrean sepeda motor, mobil, hingga bus berjubel menjadi satu dengan rata-rata kecepatan kendaraan sekitar 5 km/jam.
Macet horor di Mampang menuju arah Kuningan (Muhamad Fida Ul Haq/detikcom) |
detikcom mencoba menyusuri jalanan menggunakan sepeda motor dari pertigaan Duren Sawit menuju perempatan Kuningan-Gatot Subroto. Hasilnya, perjalanan yang hanya berjarak 2 kilometer itu memakan waktu cukup lama, sekitar 30 menit di pagi hari.
Meski demikian, lalu lintas di arah sebaliknya dari Mampang menuju Ragunan tampak lengang. Salah seorang warga, Agus (45), mengatakan kemacetan merupakan fenomena yang terjadi setiap hari.
Lalu lintas dari Mampang arah Ragunan lengang. (Muhamad Fida Ul Haq/detikcom) |
"Kalau di sini setiap hari arah Kuningan pasti macet. Sebelum ada proyek saja sudah padat, apalagi ditambah ada proyek," sebut Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sini saya biasanya kalau dari Pasar Minggu kalau agak siang bisa sampai 2 jam, padahal kan dekat," ujarnya.
Agus mengusulkan agar petugas menutup perempatan yang menghubungkan Kuningan dengan Gatot Subroto. Ia menilai perempatan tersebut juga merupakan salah satu penyebab kemacetan.
"Karena sudah banyak proyek, harusnya ditutup saja itu perempatannya. Kan memang banyak yang memutar di situ, lama, jadi macet," kata Agus.
Jalan di sekitar perempatan Kuningan-Gatot Subroto sendiri terlihat sangat padat. Petugas kepolisian tidak banyak yang berjaga di lokasi tersebut.
Kemacetan diperparah juga oleh penyempitan badan jalan. Penyempitan terjadi karena ada proyek pengerjaan underpass yang berjalan hampir 24 jam. (fdu/gbr)












































Macet horor di Mampang menuju arah Kuningan (Muhamad Fida Ul Haq/detikcom)
Lalu lintas dari Mampang arah Ragunan lengang. (Muhamad Fida Ul Haq/detikcom)