Kala Kader PDIP Berebut Kursi Cawagub Jatim

Kala Kader PDIP Berebut Kursi Cawagub Jatim

Rois Jajeli - detikNews
Senin, 12 Jun 2017 23:14 WIB
Kala Kader PDIP Berebut Kursi Cawagub Jatim
Anggota DPRD Jatim Suhandoyo mendaftar kursi cawagub (Rois Jajeli/detikcom)
Surabaya - Kader PDI Perjuangan mulai berebut kursi calon Wakil Gubernur (cawagub) Jawa Timur dalam Pilgub 2018. Kader yang sudah mendaftar cawagub dari PDIP adalah Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi dan anggota DPRD Jatim Suhandoyo.

Selain mengambil formulir pendaftaran cawagub, Suhandoyo bahkan sudah menyetorkan uang Rp 100 juta sebagai dana gotong royong (pendaftaran).

"Niatan saya memang untuk mendaftar calon Wakil Gubernur Jawa Timur," kata Suhandoyo setelah mengambil formulir pendaftaran cawagub serta menyerahkan dana gotong royong (pendaftaran) Rp 100 juta, Senin (12/6/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Suhandoyo pernah duduk dalam struktur pengurus DPD PDIP Jatim sebagai Ketua Bidang OKK dan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu. Ia juga pernah berkecimpung sebagai kader PDIP, mulai dari Ketua PAC PDIP Kecamatan Sugiyo Kabupaten Lamongan, Ketua DPC Kabupaten Lamongan, dan kini aktif sebagai anggota Komisi E DPRD Jatim.

"Saya mendaftar sebagai cawagub karena dorongan berbagai elemen masyarakat, DPC, hingga dukungan PAC kabupaten dan kota se-Jawa Timur sekitar 70 persen," tutur Ketua Banteng Muda Indonesia Jawa Timur ini.

Anggota DPRD Jatim Suhandoyo mendaftar kursi cawagub Anggota DPRD Jatim Suhandoyo mendaftar kursi cawagub. (Rois Jajeli/detikcom)

Saat mengambil formulir pendaftaran cawagub, Suhandoyo diantar oleh rekan-rekannya sesama kader PDIP, seperti mantan cawabup Jombang Sumramba, mantan Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Akbar Abas, mantan Bupati Jombang Suyanto, Bupati Nganjuk Taufiqurrahman, mantan anggota DPRD Jatim Sumiyati, mantan Ketua DPRD Kabupaten Kediri Erjik Bintoro, serta kader PDIP pendukungnya.

Suhandoyo mengatakan tidak ada niat mendaftar sebagai cawagub untuk menyaingi Kusnadi. Soal hasil survei dan elektabilitas, dia menyerahkankan kepada partai.

"Memang kader diberikan kesempatan untuk mendaftar. Mengenai hasil survei dan elektabilitas, kita serahkan ke partai," tuturnya Suhandoyo, yang juga Ketua Projo (Pro Jokowi) Jawa Timur.

Selain mengambil formulir pendaftaran, Suhandoyo menyerahkan uang pendaftaran sebesar Rp 100 juta. Uang pendaftaran itu tidak hanya dari kantong pribadinya, tapi juga hasil gotong royong (sumbangan) dari rekan-rekan dan pendukungnya.

"Untuk meyakinkan Pak Handoyo (Suhandoyo) mendaftar, kami serahkan uang Rp 100 juta. Ini masih ada sisanya, dan nanti akan kita masukkan ke kas atau rekeningnya siapa untuk kampanye Pak Handoyo," kata Erjik Bintoro, yang ikut menyetorkan uang Rp 100 juta kepada panitia pendaftaran di kantor DPD PDIP Jatim, Jalan Kendangsari, Surabaya.

Sementara itu, Akbar Abas, mantan Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, mengatakan dia bersama rekan-rekannya serta elemen masyarakat lain memang mendorong Suhandoyo sebagai kader potensial PDIP ikut mendaftar sebagai cawagub.

Anggota DPRD Jatim Suhandoyo mendaftar kursi cawagub Anggota DPRD Jatim Suhandoyo mendaftar kursi cawagub. (Rois Jajeli/detikcom)


Pihaknya meminta DPD PDIP Jatim tidak membatasi kader-kader potensial mengabdi ke masyarakat. "Janganlah dibatasi usulan DPC-DPC tentang siapa calon gubernur dan calon wakil gubernur. Masak setiap DPC dibatasi hanya dua pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur saja," kata Abas.

Ia menambahkan Kusnadi juga tidak perlu ikut mendaftar sebagai cawagub karena posisinya sebagai Ketua DPD PDIP. Abas meminta Kusnadi fokus menyiapkan pilkada serentak pada 2018.

"Tahun 2018 kan ada pemilihan kepala daerah serentak. Kalau dia ikut mendaftar, dikhawatirkan tidak fokus memenangi pilkada serentak," ujarnya.



Abas juga menyinggung kader-kader PDIP lainnya yang sekarang sudah mengabdi, seperti Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya, Budi 'Kanang' Sulistyono sebagai Bupati Ngawi, dan Kusnadi sebagai Ketua DPD PDIP Jatim.

"Berilah kesempatan kepada kader-kader potensial yang tidak menjabat di struktur partai maupun pemerintahan. Masih banyak kader potensial yang layak untuk menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur dan mengabdikannya untuk masyarakat Jawa Timur," ujarnya.

Hingga saat ini, baru dua kader PDIP yang mengambil formulir pendaftaran cawagub Jatim. Sedangkan formulir pendaftaran calon gubernur baru diambil oleh Saifullah Yusuf (Gus Ipul). (roi/ams)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads