Dilecehkan Seorang Polisi, Wartawan Makassar Demo ke Polda
Sabtu, 30 Apr 2005 16:38 WIB
Makassar - Sekitar 40 orang wartawan di Makassar berunjukrasa di Mapolda Sulawesi Selatan, Jl Perintis Kemerdekaan, Sabtu (30/04/2005). Mereka memprotes tindakan pelecehan seorang polisi terhadap empat wartawati.Didampingi sejumlah aktivis LSM, para wartawan melakukan orasi di depan Mapolda dan membentangkan poster-poster yang berisi kecaman terhadap oknum polisi. Isinya, antara lain; "...kita dilecehkan lagi", dan "Polisi juga dilahirkan dari perempuan".Insiden yang dikecam wartawan ini berawal dari undangan konferensi pers oleh Kapolda Sulsel untuk menjelaskan perkembangan konflik di Mamasa, pada Kamis sore lalu (28/04/2005). Saat itu, empat wartawan perempuan, yakni Humaerah (kantor berita 68h), Hajra Murni (The Djakarta Post), Nur Aminah (Republika) dan Irmawati (Tempo), dicegat oleh seorang anggota kepolisian, Bhayangkara Satu (Baratu) Mustari, yang sedang berjaga di depan pos penjagaan Mapolda Sulsel. "Kamu kayak ular saja, langsung masuk tanpa melapor," bentak Mustari. Tak terima dengan bentakan itu, pun terjadi perdebatan antara Mustari dan Humaerah. Ketika perdebatan sudah mulai mereda, Mustari lalu mengayungkan jari dan menaruh di depan kelaminnya, sambil mengarahkan kepada empat wartawan itu. "Itukan pelecehan. Dia mengolok-ngolok dengan cara seperti itu," ujar Humaerah tersinggung.Kapolda Sulsel, Irjen Pol Saleh Saaf telah menyampaikan minta maafnya atas tindakan anggotanya itu. "Saya minta maaf kepada wartawan, atas nama institusi dan pribadi saya sebagai atasannya," ucap Saleh.Hingga kini, Mustari telah diperiksa oleh provoost untuk nantinya, dibawa ke Sidang kode etik dan profesi.
(gtp/)











































