DetikNews
Senin 12 Juni 2017, 21:21 WIB

Penampakan 3 Flyover Brebes-Tegal Solusi Kemacetan Perlintasan KA

Audrey Santoso - detikNews
Penampakan 3 Flyover Brebes-Tegal Solusi Kemacetan Perlintasan KA Pekerja melakukan proses pembangunan flyover Kesambi Prupuk, Senin (12/6/2017). Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Prupuk - Sebanyak 4 flyover Brebes-Tegal dibangun pemerintah untuk mengatasi kemacetan di 4 pintu perlintasan kereta api, yaitu Kesambi Prupuk, Klonengan, Dermoleng, dan Kretek. Rencananya, keempat jalan layang itu dibuka untuk umum pada Kamis (15/6/2017) atau H-10 Lebaran.

detikcom mengecek kesiapan 3 dari 4 flyover tersebut, yaitu Klonengan, Kesambi Prupuk, dan Dermoleng pada hari ini atau H-13 Lebaran. Flyover Klonengan terlihat paling siap dioperasikan.

 Pekerja melakukan proses pembangunan fly over Kesambi Prupuk, Senin (12/6/2017) Pekerja melakukan proses pembangunan flyover Kesambi Prupuk, Senin (12/6/2017) Foto: Agung Pambudhy/detikcom


Permukaan ruas jalan jembatan sudah berupa aspal halus. Kesiapan juga terlihat dari sisi kanan-kiri flyover yang sudah dipasangi parapet dari beton dan besi.

Kegiatan para pekerja bangunan di flyover Klonengan sekadar menghaluskan parapet beton dengan adonan semen atau dikenal dengan istilah 'plamir' atau mengaci.

Sedangkan kondisi flyover Kesambi Prupuk belum sesiap flyover Klonengan. Permukaan ruas jalan belum seluruhnya dibeton dan diaspal, tepatnya di bagian tengah flyover.

 Pekerja melakukan proses pembangunan fly over Kesambi Prupuk, Senin (12/6/2017) Pekerja melakukan proses pembangunan flyover Kesambi Prupuk, Senin (12/6/2017) Foto: Agung Pambudhy/detikcom


Bagian yang belum dicor beton berupa 'anyaman' rangka besi konstruksi. Parapet pun masih berupa batang-batang besi yang dipasang sebagai kerangka dasar.

Pelaksana proyek flyover Kesambi Prupuk, Herman, optimistis pekerjaan ini akan selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan pemerintah. PT Abipraya, selaku kontraktor, sudah meningkatkan seluruh material bangunan, contohnya beton yang dipakai untuk landasan ruas jalan.

 Pekerja melakukan proses finalisasi pembangunan Fly Over Dermoleng, Ketanggungan, Jawa Tengah, Senin (12/6/2017). Pekerja melakukan proses finalisasi pembangunan flyover Dermoleng, Ketanggungan, Jawa Tengah, Senin (12/6/2017). Foto: Agung Pambudhy/detikcom


"Ini kekejar saya yakin. Kami sudah menaikkan kualitas beton di atas standar yang ada di kontrak kerja. Jadi coran betonnya dalam 5 menit saja sudah keras seperti batu. Dengan waktu 51 hari, pengerjaan flyover dan hasilnya begini, saya rasa sangat baik," jelas Herman.

"Kenapa baru dibangun kurang dari dua bulan? Karena deal-deal-an uang ganti ruginya dengan warganya memakan waktu lama. Proyek ini kan mengenai rumah warga," sambung dia.

Flyover terakhir yang disambangi adalah Dermoleng. Seluruh permukaan ruas jalan di sana sudah berupa aspal. Pekerja proyek terlihat sedang mengelas pelat besi untuk memasang parapet dan memanaskan aspal dalam tong.

 Pekerja melakukan proses finalisasi pembangunan Fly Over Dermoleng, Ketanggungan, Jawa Tengah, Senin (12/6/2017). Pekerja melakukan proses finalisasi pembangunan flyover Dermoleng, Ketanggungan, Jawa Tengah, Senin (12/6/2017). Foto: Agung Pambudhy/detikcom


Selain itu, beberapa pekerja berkerumun menyelesaikan sambungan antara permukaan jalan di bagian atas flyover dan permukaan jalan yang menuju bagian bawah.

Tampak sambungan permukaan kedua bagian jalan belum tertutup sempurna karena masih terdapat celah berupa garis selebar badan jalan. Salah satu pekerja proyek mengatakan pembangunan flyover ini sudah rampung hampir 100 persen.

Pekerja melakukan proses finalisasi pembangunan flyover Klonengan, Brebes, Jawa Tengah, Senin (12/3/2017).Pekerja melakukan proses finalisasi pembangunan flyover Klonengan, Brebes, Jawa Tengah, Senin (12/3/2017). Foto: Agung Pambudhy/detikcom

(aud/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed