"Saat ini kita menunggu hasil dari Puslabfor polisi keluar dan sebenarnya kita tadi pagi langsung tim teknis kami ke pasar memastikan infrastrukturnya aman, konsumsinya aman. Kalau itu aman setelah Lebaran itu cepat kita bangun," ungkap Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin.
Hal tersebut disampaikan Arief di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, setelah mendampingi Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan meninjau lokasi kios yang terbakar, Senin (12/6/2017). Arief memastikan sudah menjadi kewajiban PD Pasar Jaya memastikan 90 kios itu kembali bisa berdiri kembali.
Kios Pasar Kramat Jati yang terbakar. (Parastiti Kharisma Putri/detikcom) |
"Estimasi (anggaran perbaikan) kurang-lebih Rp 5-6 miliar karena ini 90 dan luas kiosnya 2x2 (meter). Jadi harapannya 2 bulan pengerjaan ini bisa selesai," ucapnya.
"Karena memang kita berbarengan dengan Pasar Induk sedang di-touchup untuk beberapa hal, termasuk dicat ulang saat ini di satu kompleks ini," tuturnya.
Sampai kios yang terbakar selesai diperbaiki, PD Pasar Jaya menyiapkan tempat penampungan sementara (TPS) untuk pedagang-pedagang yang kiosnya terbakar. Dalam beberapa hari, TPS yang tak jauh dari lokasi kios terbakar sudah bisa ditempati. Estimasi anggaran untuk TPS ini sekitar Rp 150 juta.
"Rp 150 juta karena itu untuk pengadaan tenda. Satu tenda itu Rp 2,8 juta. Kita ada standby sekitar 30-40 tenda," ujar Arief.
Namun dia tidak bisa memastikan total kerugian dari 90 kios yang terbakar itu. Sebab, menurut Arief, setiap kios berbeda-beda.
"Nggak bisa dipukul rata karena setiap orang kan kerugiannya beda-beda. Tapi kalau dari PD Pasar Jaya, itu kalau kita lihat kira-kira Rp 50-100 juta per kios," tuturnya. (elz/imk)












































Kios Pasar Kramat Jati yang terbakar. (Parastiti Kharisma Putri/detikcom)