"Terkait mekanisme pengambilan keputusan RUU Pemilu. PPP pada prinsipnya bisa kompromi dengan sistem apapun apakah per isu ataukah per klaster," ujar anggota Pansus RUU Pemilu dari Fraksi PPP, Achmad Baidowi saat dikonfrimasi wartawan, Senin (12/6/2017).
Achmad melihat rupanya masih ada perbedaan pandangan atara sistem paket isu pilihan atau cara pembahasannya per paket. Itu yang harus dikompromikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari lima isu krusial sepertinya tinggal angka presidential threshold yang akan alot antara usulan 0%, sama dengan parliamentary threshold, 10-15% atau 20%," jelasnya.
Untuk empat paket yang mucul sebagai pilihan fraksi-fraksi. Achmad mengatakan hal tersebut belum pernah dibicarakan.
"Belum pernah dibicarakan, dan belum tentu juga paket sperti itu. Itu yang dimaksud paket pilihan. Sementara yang dimaksud pendapat lain tentang paket adalah lima isu dibahas bersama ada saling pemahaman dan pengertian sehingga bisa tercapai kompromi tanpa voting seperti paket pilihan tersebut," terang Achmad.
Ia mengatakan meski ada paket sekalipun masih bisa terjadi perbedaan pemahaman. "Artinya istilah paket pun masih terjadi perbedaan pemahaman," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy menawarkan empat paket yang dapat dipilih fraksi-fraksi. Hal ini untuk menjadi variasi dalam pengambilan kesimpulan sisa isu krusial RUU Pemilu.
Adapun empat paket yang akan ditawarkan Lukman Edy sebagai berikut:
Paket A
1. Parliamentary threshold: 5%
2. Presidential threshold: 10-15%
3. Dapil magnitude: 3-8
4. Sistem pemilu: Terbuka
5. Metode konversi suara: Sainta Lague Murni
Paket B.
1. Parliamentary threshold: 5%
2. Presidential Threshold: 20-25%
3. Dapil magnitude: 3-8
4. Sistem pemilu: Terbuka Terbatas
5. Metoda konversi suara: Sainta Lague Murni
Paket C.
1. Parliamentary threshold: 4%
2. Presidential threshold: 0%
3. Dapil magnitude: 3-10
4. Sistem pemilu: Terbuka
5. Metode konversi suara: Quota Harre
Paket D.
1. Parliamentary threshold: 4%
2. Presidential threshold: 10-15%
3. Dapil magnitude: 3-10
4. Sistem pemilu: Terbuka Terbatas
5. Metode konversi suara: Sainta Lague Murni (lkw/imk)











































