Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar qurah atau undian untuk menentukan pembagian akomodasi/hotel tempat hunian jemaah haji.
"Pengundian tempat tinggal jemaah di Mekah perlu dilakukan sehubungan dengan adanya variasi fasilitas dan jarak yang tidak selalu sama. Di satu sisi ada akomodasi/hotel yang berlokasi dekat dengan Masjidil Haram, di sisi lain ada yang jauh," ujar Sekjen Kemenag Nur Syam di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Senin (12/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kloter yang tidak diqurah merupakan kloter gabungan dan kloter akhir yang kapasitasnya masih dapat berubah. Agar penempatannya berada pada satu akomodasi dan tidak terpisah rombongan, maka kloter-kloter tersebut tidak dilakukan qurah," sambungnya.
Pada tahun ini, jumlah pemondokan di Mekah berjumlah 155 gedung, ditambah 3 gedung/hotel cadangan yang minimal setara dengan hotel bintang tiga. Rata-rata gedung/hotel tersebut memiliki kapasitas besar yang akan mempermudah petugas dalam melakukan koordinasi, pelayanan, dan monitoring kondisi jemaah.
"Sementara itu, untuk hunian jemaah di Madinah berada pada wilayah Markaziyah, Syimaliah, Gharbiyah, Janubiyah, dan sekitar Markaziyah lainnya yang berjarak maksimal 1.200 meter," tutur Nur.
Akomodasi di Madinah tahun ini menggunakan sistem penyewaan blocking time seperti tahun sebelumnya. Dengan sistem penyewaan model ini, jemaah bisa mengetahui sejak kapan dan di hotel apa mereka tinggal selama di Madinah.
Pada tahun ini, kuota haji untuk Indonesia bertambah 10 ribu orang sehingga seluruhnya berjumlah 221 ribu jemaah.
"Seluruh proses haji insyaallah sudah kita laksanakan mulai dari transportasi, penyediaan terhadap pemondokan, penyediaan terhadap katering, jadi insyaallah semuanya sudah kita laksanakan terhadap sejumlah jemaah haji kita yang seluruhnya berjumlah 221.000," ujar Nur. (fdn/erd)











































