Anies tiba di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, sekitar pukul 15.40 WIB, Senin (12/6/2017). Kedatangan Anies disambut oleh sejumlah korban kebakaran, Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin, dan Camat Kramat Jati Eka Darmawan.
Begitu sampai, Anies langsung masuk ke area kios-kios yang terbakar. Dalam peristiwa kebakaran di Pasar Kramat Jati, 90 kios ludes terbakar. Kepada Dirut PD Pasar Jaya, Anies menanyakan kronologi kebakaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies Baswedan mendengarkan curhat korban kebakaran Pasar Kramat Jati. (Parastiti Kharisma Putri/detikcom). |
Mantan Mendikbud ini pun lalu berdialog dengan sejumlah pedagang Pasar Kramat Jati yang kiosnya terbakar. Salah satunya Yan Fajar, yang mengaku kehilangan 12 kios miliknya.
"Saya jualan rempah-rempah, kerugian saya Rp 3 M. Saya punya 12 kios dan 6 gudang, tapi yang 6 gudang nggak kebakar," ucap Yan kepada Anies.
Anies Baswedan mendengarkan curhat korban kebakaran Pasar Kramat Jati. (Parastiti Kharisma Putri/detikcom). |
Anies pun menyampaikan simpati kepada pedagang yang menjadi korban kebakaran. Dia memastikan kios-kios milik mereka akan segera diperbaiki.
"Kerugian mereka memang cukup besar. Sebab, di masa saat ini, masa mereka banyak memiliki stok untuk Lebaran. Pada saat itu terjadi kebakaran, karena itu menjadi musibah yang berat bagi teman-teman pedagang," ujar Anies setelah meninjau kios yang terbakar.
Anies mengatakan kebakaran ini menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak, baik bagi para pedagang maupun pengelola pasar, untuk memperhatikan keamanan kios. Anies menegaskan keselamatan adalah hal yang paling utama.
Anies Baswedan mendengarkan curhat korban kebakaran Pasar Kramat Jati. (Parastiti Kharisma Putri/detikcom). |
"Ini pelajaran bagi semua pasar menjelang Lebaran. Terutama soal pengaturan masalah listrik, hal yang kecil aja, keselamatan itu nomor satu, safety itu nomor satu. Begitu safety-nya itu bermasalah, urusan lain juga rusak," ucap dia.
Anies meminta pedagang dan pengelola memastikan listrik dalam posisi padam ketika kios ditutup. Selain itu, pedagang dan pengelola diminta memastikan tidak ada alat-alat yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
"Semua dikontrol, kemudian perokok pastikan selalu aman, jangan membuang sembarangan, karena begitu kita tidak peduli pada soal safety, itu akan timbul masalah," kata Anies.
(elz/imk)











































Anies Baswedan mendengarkan curhat korban kebakaran Pasar Kramat Jati. (Parastiti Kharisma Putri/detikcom).
Anies Baswedan mendengarkan curhat korban kebakaran Pasar Kramat Jati. (Parastiti Kharisma Putri/detikcom).
Anies Baswedan mendengarkan curhat korban kebakaran Pasar Kramat Jati. (Parastiti Kharisma Putri/detikcom).