"Sekarang sedang diteliti asal usul detonator tersebut kemudian siapa pengirimnya, pengirimnya apa, motifnya apa, dan penerimanya siapa, masih diteliti," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/6/2017).
Setyo mengatakan, paket tersebut berisi kue yang dikirim melalui Makassar dengan tujuan Pontianak. Ternyata setelah dibuka berisi detonator yang bisa dipakai untuk membom ikan dan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pejabat Humas Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Turah Aji yang dikonfirmasi menyebutkan paket tersebut berisi keterangan paket dokumen, pada saat diperiksa di mesin X-Ray, petugas kemudian membuka paket dan menemukan 5 bungkus berisi total 500 detonator.
Paket tersebut rencananya dikirim melalui perusahaan kurir JNE, oleh pengirim bernama Jamaluddin, alamat Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulsel, dengan alamat penerima H. Raji, di Ketapang, Kalimantan Barat. Rencana paket tersebut akan dikirim menggunakan pesawat Garuda GA-611 dengan tujuan Pontianak.
"Terkait temuan-temuan barang berbahaya, tugas pengelola bandara memastikan orang dan barang yang akan diangkut dalam keadaan aman sehingga mendukung keselamatan penerbangan, apabila ditemukan barang berbahaya, sesuai SOP maka akan dilaporkan ke pihak berwajib," tutur Turah. (yld/fdn)











































