Polisi Cari Pengirim Paket Berisi Detonator di Makassar

Polisi Cari Pengirim Paket Berisi Detonator di Makassar

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 12 Jun 2017 17:33 WIB
Polisi Cari Pengirim Paket Berisi Detonator di Makassar
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Petugas keamanan Bandara Sultan Hasanuddin mengamankan ratusan batang detonator yang terbungkus dalam paket kiriman salah satu agen pengiriman barang di ruangan Air Cargo Terminal Regulated Agent (RA) Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (11/6). Polisi kini mengusut pengirim paket tersebut.

"Sekarang sedang diteliti asal usul detonator tersebut kemudian siapa pengirimnya, pengirimnya apa, motifnya apa, dan penerimanya siapa, masih diteliti," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/6/2017).

Setyo mengatakan, paket tersebut berisi kue yang dikirim melalui Makassar dengan tujuan Pontianak. Ternyata setelah dibuka berisi detonator yang bisa dipakai untuk membom ikan dan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ada pengiriman melalui jasa pengiriman, isinya kue. kemudian setelah discan ternyata diduga ada barang-barang yang bukan kue, setelah dibuka ternyata isinya detonator. Detonator ini bisa digunakan macam-macam. bisa untuk bom ikan, bisa untuk bom yang beneran," kata Setyo.

Sebelumnya pejabat Humas Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Turah Aji yang dikonfirmasi menyebutkan paket tersebut berisi keterangan paket dokumen, pada saat diperiksa di mesin X-Ray, petugas kemudian membuka paket dan menemukan 5 bungkus berisi total 500 detonator.

Paket tersebut rencananya dikirim melalui perusahaan kurir JNE, oleh pengirim bernama Jamaluddin, alamat Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulsel, dengan alamat penerima H. Raji, di Ketapang, Kalimantan Barat. Rencana paket tersebut akan dikirim menggunakan pesawat Garuda GA-611 dengan tujuan Pontianak.

"Terkait temuan-temuan barang berbahaya, tugas pengelola bandara memastikan orang dan barang yang akan diangkut dalam keadaan aman sehingga mendukung keselamatan penerbangan, apabila ditemukan barang berbahaya, sesuai SOP maka akan dilaporkan ke pihak berwajib," tutur Turah. (yld/fdn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads