Pantauan detikcom, sidak dilakukan mulai pukul 15.30 WIB, Senin (12/6/2017). Bambang yang memimpin sidak itu langsung mengambil sampel yang dijual para pedagang mulai dari gorengan, kerupuk, minuman es, makanan lauk pauk, asinan dan kerupuk.
"Hasilnya ada 45 sampel yang kami ambil dan 5 jenis makanan yang mengandung methanyl yellow atau pewarna kertas, formalin, dan boraks. Semua makanan itu kami sita dan dimusnahkan," ujar Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim BPOM menemukan 5 sampel takjil di Rawamangun yang mengandung zat berbahaya. Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom |
Petugas di lapangan menyisir satu per satu para pedagang. Setelah itu sampel makanan dibawa ke mobil khusus yang dilengkapi perangkat penguji. Sekitar 20 menit kemudian, hasil uji sampel keluar.
"Kepada pedagang kami peringati jika kembali ditemukan makanan mengandung zat berbahaya maka kami tindak tegas," kata Bambang.
Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana, berjanji akan menindak para pedagang makanan yang menggunakan zat berbahaya. Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom |
Bambang mengatakan pihaknya akan terus rutin melakukan sidak di sejumlah lokasi pusat takjil yang ada di Jakarta Timur. Beberapa petugas juga akan melakukan pengawasan khusus terhadap para pedagang takjil. (aan/fdn)












































Tim BPOM menemukan 5 sampel takjil di Rawamangun yang mengandung zat berbahaya. Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom
Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana, berjanji akan menindak para pedagang makanan yang menggunakan zat berbahaya. Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom