"Yang jelas Polri tetap waspada. Kemudian kita terapkan body system. Jadi anggota yang berjaga, mereka diback-up anggota kita bersenjata termasuk Brimob kita turunkan," ujar Tito di kantornya, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/6/2017).
Tito juga meminta setiap anggota kepolisian untuk tetap memperhatikan keamanan diri selain masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, untuk menjaga ketertiban masyarakat selama arus mudik, Tito meminta kepada jajarannya baik intelijen, Brimob dan anggota reserse untuk menangani premanisme, pencopetan, pencurian dan tindak kriminalitas lainnya.
"Saya juga sudah memerintahkan, sekaligus saya mohon disampaikan, saya sudah memerintahkan jajaran kepolisian untuk membersihkan premanisme, copet, todong, jambret, tukang hipnotis tukang bius minuman kemudian pencuri di kereta api, bus, kapal, semua dibersihkan," ujarnya.
Imbauan Kapolri Bagi Pemudik
Bagi para pemudik, Kapolri mengingatkan agar mempersiapkan perlengkapan dalam perjalanan mudik. Mulai dari mengisi bahan bakar sebelum masuk tol hingga persiapkan makanan.
Pemudik juga diminta mempersiapkan kondisi kendaraan termasuk kondisi kesehatan pengendara.
"Kondisi motor, mobil, terutama bus dan truk yang besar, kondisinya harus prima. Jaga betul jangan sampai remnya blong seperti terjadi kasus di Puncak, Bogor," kata Tito.
Saat pemudik melintas di jalur tol fungsional Brebes-Batang yang belum dilengkapi lampu jalan, diharapkan pemudik melambatkan kendaraanya dengan kecepatan 40 km/ jam.
"Malam hari tolong hati-hati tetutama di jalur fungsional kecepatan 40 km di sana. Jadi tetap hati-hati walau sudah siapkan keamanan, BBM, makanan tapi tetap hati-hati," ujar Tito.
Selain itu, Tito berharap agar para pemudik tidak memilih tanggal yang sama untuk mudik. (yld/fdn)











































