"Hari ini ada 20 orang yang terjaring saat razia di tiga tempat rawan kejahatan ini, baik preman, pengamen maupun petugas parkir ilegal, kita angkut semua ke kantor untuk didata dan hari ini tidak ada yang bawa senjata tajam," kata Direskrimum Polda Sumsel Kombes Prasetijo Utomo di Mapolda Sumsel, Senin (12/6/2017).
Razia preman dan pengamen di Palembang. Foto: Raja Adil Siregar/detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prasetijo menegaskan, pihaknya akan menindak tegas apabila ada tindakan kriminal yang dilakukan seperti membawa senjata tajam, melakukan pemerasan dan lainnya.
"Boleh bekerja di pasaran, tapi jangan sampai melakukan tindakan kriminal. Jangan sampai bawa senjata tajam dan meresahkan masyarakat, apalagi menjelang hari raya Idul Fitri. Kalau ada yang tertangkap, akan kita tindak tegas dengan sanksi pidana," lanjutnya
Razia preman dan pengamen di Palembang. Foto: Raja Adil Siregar/detikcom |
Pantauan detikcom, 20 orang tersebut dijemur di tengah lapangan Mapolda Sumsel dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Polisi juga melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial untuk pendataan dan pembinaan.
Sebelumnya, di lokasi yang dilakukan razia hari ini merupakan lokasi salah satu anggota Ditres Narkoba Polda Sumsel terkena siraman air keras. Anggota kepolisian itu disiram air keras saat melakukan penyamaran ketika akan menangkap pengedar Narkoba di bawah jembatan Ampera pada Jumat (9/6) kemarin. (idh/idh)












































Razia preman dan pengamen di Palembang. Foto: Raja Adil Siregar/detikcom
Razia preman dan pengamen di Palembang. Foto: Raja Adil Siregar/detikcom