Namun menurut Ketua DPP PKS Haris Yuliana, dinamika itu masih panjang dan bisa berubah. "Segala keputusannya tetap ada di DPP. Jadi untuk PKS sendiri masih panjang dinamikanya, dan siapapun masih berpotensi untuk menjadi kandidat (Cagub Jabar)," kata Haris melalui keterangan tertulisnya, Senin (12/6/2017).
"Saya mendengar ada 'hiliwir angin' kalau Shohibul Iman Presiden PKS juga ada yang mendorong agar turun di Pilgub Jabar," tambah politikus PKS yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Barat itu.
Presiden PKS Sohibul Iman (Foto: dok. Istimewa) |
Dia menegaskan bahwa pada dasarnya peta pilgub Jabar masih akan mengalami banyak perubahan. Mungkin akan banyak hal di luar prediksi yang akan terjadi menjelang Pilgub Jabar.
Menurut Haris secara umum peta politik di Jawa Barat masih cair. Belum banyak partai politik yang melakukan manuver untuk kepentingan Pilgub Jabar.
"Secara umum peta politik Jabar masih cair, belum ada yang terkonsolidasi, Masih wait and see. Pergerakan partai-partai masih belum banyak, semua masih melihat arah politik 2018 mau seperti apa," papar Haris.
Partai politik, kata Haris, menjadikan Pilkada Jawa Barat sebagai pintu gerbang menuju Pileg dan Pilpres 2019. Apalagi Bumi Parahiyangan menjadi lumbung suara besar dalam politik nasional. Walhasil partai politik akan benar-benar menghitung secara matang soal sosok yang akan diajukan di Pilgub Jawa Barat. (erd/van)












































