"Artinya, personel yang terlibat operasi harus tetap stand by, tidak boleh keluar dari wilayahnya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dihubungi detikcom, Senin (12/6/2017).
Operasi terpusat dari Mabes Polri ini belum ditentukan waktunya. Tapi, Argo menyebut, Operasi Ramadniya kemungkinan digelar mulai H-7 sampai dengan H+7 lebaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama siaga 1 ini, anggota polisi tidak boleh meninggalkan wilayahnya. "Kalau ada operasi, tidak boleh ke mana-mana. Kalau mau cuti nanti diatur sebelum atau sesudah operasi," imbuhnya.
Dengan adanya status siaga 1 bagi anggota kepolisian ini, diharapkan pelaksanaan Operasi Ramadniya berjalan lancar dan aman. Sebab, pelaksanaan operasi kemanusiaan ini memerlukan banyak sekali tenaga anggota kepolisian.
"Karena objek pengamanan kita itu banyak, mulai dari orang, tempat, kegiatan dan lain-lain," lanjutnya.
Selain mengamankan pemudik, polisi juga harus mengamankan tempat peribadatan hingga pusat keramaian, stasiun, pelabuhan, terminal dan bandara. Aparat polisi juga harus mengamankan kegiatan masyarakat yang berlangsung selama operasi, di antaranya seperti aktivitas mudik hingga pelaksanaan salat Idul Fitri.
Aparat kepolisian juga harus menjaga keamanan wilayah untuk mengantisipasi kerawanan kamtibmas seperti kejahatan jalanan hingga aksi terorisme. Diharapkan, selama momen tersebut, kegiatan masyarakat berjalan dengan tertib dan lancar. (mei/dhn)











































