DetikNews
Minggu 11 Juni 2017, 21:23 WIB

Wali Kota Semarang: Islam Adalah Agama yang Cinta Damai

Raras Prawitaningrum - detikNews
Wali Kota Semarang: Islam Adalah Agama yang Cinta Damai Foto: Dok Pemkot Semarang
Semarang - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang karena telah menciptakan iklim tenang dan kondusif di Kota Semarang.

"Di saat daerah-daerah lain selalu ada kontra dan meributkan perbedaan-perbedaan SARA, namun di Semarang berjalan dengan tenang. Hal ini patut kita acungi jempol untuk Kemenag beserta jajarannya" ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (11/6/2017).

Hendi, sapaan Wali Kota Semarang, menyampaikan hal tersebut saat melakukan salat tarawih di aula kantor Kemenag Kota Semarang, Jumat (9/6/2017). Turut hadir jajaran Polrestabes, Pengadilan Negeri, Kodim 0733/BS, para kiai dan alim ulama, Ketua MUI, Ketua FKUB, Ketua Muhammadiyah, dan masyarakat sekitar.

Hendi juga meminta Kemenag memaksimalkan pelayanan haji pada tahun ini. Pasalnya, ibadah haji merupakan salah satu tupoksi tahunan Kemenag yang berhubungan langsung dengan warga dan terjadwal setelah Bulan Ramadan.

"Sekitar 2.200 jemaah Kota Semarang akan menunaikan ibadah haji. Saya titip mengawal sedulur-sedulur kami supaya bisa menjalankan ibadah dengan baik, lancar, dan sampai pulang dengan selamat," pintanya.

Ia juga berharap kepada para alim ulama dan tokoh masyarakat Semarang untuk bisa meluruskan dan menetralkan bahwa Islam adalah agama yang penuh cinta damai. Selain itu, Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin dan agama yang moderat.

"Orang Islam dipandang hanya bisa meneriakan Allahu Akbar pada saat perang. Maka kita sebagai umat Islam bisa menetralkan situasi-situasi seperti itu," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ustaz Fahrurrozi memberikan tausiah mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Ia mengatakan Pancasila harus dikaitkan dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Menurutnya, kelima sila Pancasila harus dijalankan semuanya untuk mencapai negara yang aman, tentram, dan berkeadilan. Setiap individu umat Islam wajib menerapkan kelima sila tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Sila pertama mengatur hubungan manusia dengan sang pencipta Allah SWT, terutama dalam hal ibadah salat. Sila kedua mengatur hubungan manusia dengan sesama.

Sila ketiga dan keempat mengajarkan persatuan dan menerima perbedaan-perbedaan yang ada di lingkungan. Sedangkan sila terakhir mengajarkan untuk berlaku adil.

Ia juga mengajak para jemaah sebagai warga negara yang baik untuk menghormati pemimpin. Sementara untuk pemimpin, ia mengajak untuk juga menghormati rakyatnya.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed